Pemda Rapat Darurat Rekonstruksi ‘Bala’ Putih’

Foto//Detik detik bangunan Wisma Daerah Sumbawa terbakar hebat.

“Pemerintah akan sekuat tenaga merekonstruksi bangunan bersejarah itu seperti bentuk aslinya. Tidak bisa sempurna, maksimal mendekati asli konstruksi bangunan peninggalan kesultanan Sumbawa tersebut, yang pada zaman kerajaan bernama Bala Puti (Istana Putih),”

Sekda Sumbawa, Drs. H.Rosidi.

SUMBAWA BESAR—Pemerintah Daerah (Pemda)  Sumbawa Besar segera berfikir cepat guna mengusut kasus kebakaran yang meluluh lanttakkan Wisma Daerah aset peninggalan sejarah istanah putih swapraja.

Bupati, H.Husni Jibril, B.Sc melalui Wakil Bupati, H.Makhmud Abdullah memerintahkan sekretaris daerah menggelar rapat khusus guna menentukan langkah rekonstruksi bagunan bersejarah yang menjadi tonggak awal bergabungnya Kesulatanan Samawa ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

“Rapat digelar langsung pada Selasa malam di pimpin Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasidi dengan para asisten dan perangkat daerah terkait, di aula H. Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa,”kata juru bicara Pemda Sumbawa, Lutfi Makki, yang disiarkan, Selasa malam (11/7).

Sekda mengingatkan agar dalam menghadapi musibah ini tidak terlalu larut dalam kesedihan, tetapi segera mengambil langkah langkah apa yang harus dilakukan sehingga mampu merekonstruksi kembali istana tersebut, yang walaupun tidak bisa persis sama dengan aslinya.

Suasana rapat yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah Sumbawa, Drs.H.Rosidi.

“Pemerintah akan sekuat tenaga merekonstruksi bangunan bersejarah itu seperti bentuk aslinya. Tidak bisa sempurna, maksimal mendekati asli konstruksi bangunan peninggalan kesultanan Sumbawa tersebut, yang pada zaman kerajaan bernama Bala Puti (Istana Putih),”ujarnya.

Menurut Lutfi, Sekda meminta kepada kepala OPD terkait agar segera melakukan langkah langkah kongkrit, antara lain membuat laporan ke pihak kepolisian, berita acara musibah kebakaran, dan hal hal lain untuk disampaikan ke Gubernur maupun Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) di Gianyar Bali.

Sambil menunggu hasil identifikasi polisi tentang penyebab kebakaran, Sekda minta kepada kepala bagian umum Setda dan Kepala Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPAKD)  untuk menghitung volume dan nilai kerugian inventaris daerah, berkoordinasi dengan Kantor Penilaian Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bima.

Sementara itu, pemerintah kata dia, meminta melibatkan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) serta mengharapkan peran para tokoh adat dan budayawan Sumbawa untuk membantu rekonstruksi, sehingga hasilnya nanti bisa sesuai dengan bentuk aslinya.

Sekda berharap, selain mendapatkan santunan kerugian dari perusahaan asuransi, juga diharapkan segera ada bantuan bantuan dari kementerian, Badan Penanggulangan Bencana maupun lembaga lembaga lainnya.

Sebelumnya, tepatnya Senin (10/7) sekitar pukul 10.00 Wita Pagi, Istana Swaparaja atau ‘Bala Putih’ dilaporkan terbakar hebat hingga menghanguskan seluruh konstruksi atap dan bangunan. Pada masa kesultanan Istana Bala Putih adalah kediaman resmi Sultan Sumbawa, Sultan Muhammad Kaharuddin. Ditempat inilah, transisi pusat pemerintahan kesultanan ke pemerintahan swaparaja dimulai.

Belum diketahui persis sebab sebab kebakaran yang menimbulkan keprihatinan warga Sumbawa itu. Polisi diketahui masih mengusut sebab sebab kebakaran. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *