PLN : Tak Ada Kenaikan TDL

SUMBAWA BARAT—-Otoritas Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan kembali bahwa tidak ada kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Informasi bahwa pemerintah menaikkan tarif listrik tidak benar.

Manager Rayon PT PLN Taliwang, Wido Kusumo Wibowo mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor  28 tahun 2016 yang mengatur penyesuaian subsidi listrik rumah tangga yang memiliki daya 900 Volt Ampert (VA). Itu artinya hanya pelanggan PLN dengan kepemilikan daya 900 VA yang masih mendapat subsidi listrik dari pemerintah. Diatas itu PLN di perbolehkan mengenakan tarif tanpa subsidi.

“Ini yang kita luruskan persepsi yang salah di masyarakat. Tidak ada kenaikan apapun, tarif tetap. Yang ada hanya penyesuaian subsidi listrik saja,”tegasnya, kepada wartawan, di Taliwang, ibu kota Sumbawa Barat, Rabu (7/6).

Saat ini, kata Wido, penyesuaian subsidi untuk rumah atau pelanggan dengan daya 900 VA sesuai permen tadi dihitung berdasar tiga tahap. Pertama tahap satu penyesuaian sejak 1 Januari-28 Februari 2017 dikenakan tarif reguler blok I dari awalnya Rp 275 per KWh menjadi Rp 360 per KWh. Menurut Wido blok satu maksudnya pelanggan 900 VA yang menggunakan listrik dari 0 sampai 20 KWh per hari. Semakin tinggi nilai subsidi jika pelanggan menggunakan listrik lebih 20 KWh perhari.

“Selanjutnya tahap dua diberlakukan mulai 1 Maret hingga 30 April 2017. Dan tahap ketiga dimulai 1 Mei 2017 hingga seterusnya,”ujarnya.

Ia membenarkan ada pertanyaan dari konsumen mengenai status pelanggan rumah tangga yang masuk kategori prasejahterah, apakah bisa mendapatkan subsidi, menurutnya itu bisa dilakukan jika warga mendaftarkan pemasangan baru.

Jika mendaftar maka petugas akan merekam data pelanggan dan masuk dalam sisitem elektronik secara online terpadu. Data  inilah  yang terasambung dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan basis data kepedudukan  yang masuk kategori prasejahterah di Kementerian Sosial (Kemensos).

” Begitu data masuk, akan otomatis diketahui bahwa status sosial pelanggan bersangkutan. Ini yang akan menentukan anda akan tetap menerima subsidi atau tidak,”akunya lagi.

Wido juga meminta pemerintah membantu sosialisasi Kepemen ESDM tersebut. Sebab PLN hanya melayani distribusi saja sementara kebijakan dan regulasi semuanya diatur pemerintah.

“Kita sudah diminta dan ikut mensosialisasikan kebijakan ini di kabupaten dan kecamatan. Hanya saja, masih saja ada masyarakat yang belum paham. Maka itu kami minta pemda mensosialisasikan Kepmen ini secara masif,” demikian, Wido.

Saat ini kapasitas daya yang di miliki Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Rayon Taliwang yakni, 14 Megawatt. Untuk ukuran Sumbawa Barat daya ini termasuk berlebih. Jadi menurut Wido, tidak heran tidak ada daftar tunggu pelanggan di Sumbawa Barat. Semuanya bisa terlayani dengan baik.

Mengapa masih ada pemadaman sporadis? Wido menegaskan pemadaman itu terjadi akibat pemeliharaan rutin jaringan atau akibat gangguan tidak terduga. Selama beban puncak seperti kebutuhan masyarakat selama Ramdhan ini, pasokan ia pastikan aman. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *