PMII Kritisi Satu Tahun Pemerintahan Zul-Rohmi

Massa PMII saat beorasi di simpang BI Mataram

“Bisa kita bayangkan betapa hebatnya pemuda NTB beberapa tahun kedepan dengan pemikiran berkelas internasional” Zulkiflimansyah, Gubernur NTB saat melepas mahasiswa ke Malaysia dan Polandia, Senin (16/9).

Mataram—Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) wilayah Bali Nusra mempertanyakan program pemprov yang dinilai tidak menuai hasil maksimal. Pada kamis (19/9) masa mendatangi kantor gubernur untuk menyuarakan maksudnya.

Puluhan massa PMII awalnya berorasi simpang Bank Indonesia (BI) Mataram. Dengan mengangkat bendera kuning kebanggaan, massa aksi bergantian melakukan orasi. Massa menilai program Zul-Rohmi tidak tepat sasaran dan melakukan pemborosan anggaran.

Program Zero Waste dalam pelaksanaanya menghabiskan dana 4 Miliar sampai 2019, namun belum maksimal dirasakan. Agenda beasiswa luar negeri dikira tidak terlalu penting karena sebaiknya pemuda NTB memaksimalkan kuliah di dalam negeri. Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika diharapkan tidak saja menguntungkan pihak asing namun juga pribumi NTB.

Hal lain yang jadi sorotan massa aksi ialah penanganan gempa yang belum juga selesai. Ada juga masalah penutupan tambang emas bukit prabu Lombok Tengah, dikahawatirkan membuat masayarakat yang menggantungkan hidup disana “nganggur”.
“Sudah satu tahun NTB Gemilang berjalan, belum bisa kita rasakan manfaatnya, apakah NTB sudah Gemilang ?” Ungkap Sadam Husen sekretaris PMII Bali-Nusra.

Sadam Husen saat menyampaiakn orasi di tengah massa PMII

Gubernur NTB Zulkiflimansyah memang sering mengungkapkan program NTB gemilang bukanlah program instan. Program yang dicanangkan pemprov NTB hasilnya dapat dilihat dalang jangka waktu beberapa tahun kedepan.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB mempersiapkan sumber daya yang mumpuni untuk tercapainya NTB gemilang. Pemuda yang telah di luar negeri, akan memiliki cara pandang yang lebih luas. Beasiswa ini juga disiapkan untuk industrialisasi NTB jangka panjang.
” Saya bisa membayangkan betapa hebatnya NTB 5 sampai 10 tahun kedepan, jika banyak anak muda dikirim ke luar negeri, dan menularkan kebaikan-kebaikan yang didapat di luar ke tanah tercinta” Ucap Bang Zul dalam pelepasan mahasiswa ke Malaysia dan Polandia Senin (16/9) silam.

Mengenai masalah bukit prabu yang ditutup, pemprov berusaha untuk memaksimalkan program industri wisata di Lombok Tengah. Adanya penambangan emas di bukit prabu dapat mencemari lingkungan dan akan berdampak buruk bagi masyarakat sekitar, serta industri pariwisata yang sedang dikembangkan.

Pemerintahpun telah merilis 60 program unggulan, semua terintgrasi dalam 3 visi utama pembangunan. Pertama peningkatan sumberdaya manusia (sdm) dengan beasiswa luar negeri. Kedua industrialisasi dengan meningkatkan nilai tambah usaha dan investasi berbagai bidang baik bidang energi, pariwisata, perdaganagan, maritim, dan transportasi darat laut dan udara. Ketiga program NTB bebas sampah (zero waste). Keseluruhan program ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat NTB.

Laporan Awin

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *