Pola Forum Yasinan Berubah

SUMBAWA BARAT—Ada yang berbeda dalam pelaksanaan forum Layanan setara inklusif andalan (Yasinan) kali ini. Sebelumnya pelaksanaan yasinan dilaksanakan dengan metode setiap malam jumat masyarakat datang ke kediaman bupati untuk mengadukan permasalahannya.

Sekarangkonsep pelaksanaan yasinan sedikit dirubah, justru Bupati beserta jajarannya yang datang mengunjungi masyarakat untuk mendengarkan dan melihat langsung kondisi keseharian masyarakat. Dengan metode seperti ini diharapkan masyarakat yang dulunya sungkan atau malu untuk berbicara didepan umum bisa lebih berani untuk mengemukakan pendapatnya.

Masyarakatyang dulunya tidak bisa datang ke kediaman bupati akhirnya sekarang bisa langsung bertemu bupati sehingga hubungan antara rakyat dan pemimpinya yang memang sudah sangat dekat bisa menjadi lebih mesra.

Setelah sempat terhenti akibat gempa bumi 6,9 SR pada 19 Agustus 2018 yang lalu, Yasinan kali ini dilaksanakan di masjid Baburahman kecamatan seteluk.

Dalam sambutannya bupati sumbawa barat Dr. Ir. H.W.Musyafirin,M.M. mengemukakan bahwa Pemerintah ada untuk sebuah pengaturan dan untuk melaksanakannya diperlukan aturan. Jadi kami ingin memastikan bahwa aturan yang melayani masyarakat benar-benar terlaksana.

Selanjutnya bupati juga menegaskan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kondusivitas. Karena gangguan kondusivitas bisa menghambat pelaksanaan pembangunan di KSB. Situasi yang tidak kondusif bisa mengganggu investasi yang sedang berjalan. Patut diketahui masyarakat bahwa semua investasi yang dilaksanakan di KSB tentunya sudah memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan undang-undang.

Tidak lupa bupati juga mengingatkan kepada para ASN dan Agen gotong royong agar tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan masyarakat. “Saya minta ASN dan perangkat PDPGR, dalam pelaksanaan tugasnya jangan dicampur dengan kepentingan politik.” Kata bupati.

ASN dalam melaksanakan tugasnya berpatokan pada aturan kepegawaian, mulai dari undang-undang hingga peraturan daerah, agen gotong royong menjalankan tugasnya berdasarkan Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2016 tentang PDPGR diperkuat dengan peraturan bupati turunannya. Jadi semua ada batasan-batasan yang harus dipatuhi sehingga tugas-tugas yang diemban bisa terlaksana dengan baik.

Usai memberikan sambutan, bupati mempersilahkan Kapolres untuk melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan kondusivitas wilayah. Kapolres Sumbawa Barat Mustafa, S.IK.,M.H. melaporkan bahwa secara umum kondisi KSB aman. Kejadian kriminal pasca gempa relatif tidak ada. Beberapa waktu yang lalu hanya ada satu kasus narkoba yg kita tangani, pelakunya sudah kami tangkap dan sedang diproses.

Untuk membantu menjaga kondusivitas wilayah kapolres sudah menugaskan seluruh bhabinkamtibmas untuk bertugas di semua desa dan kelurahan di KSB. “Babinkamtibmas saya serahkan penuh ke kades. Jika ada yg macam-macam laporkan kesaya.” Kata Kapolres.

Sesi selanjutnya diisi dengan tanya jawab. Sebagian besar masyarakat mengeluhkan sarana peribadatan yang rusak karena Gempa bumi, mereka berharap agar pemerintah bisa segera membantu rehabilitasi rumah ibadah tersebut. Bupati menanggapi hal tersebut dengan memerintahkan kepala dinas PU untuk melakukan pengecekan ke lapangan, jika ada hal yang bisa langsung ditangani, selesaikan saat itu juga.

Setelah sesi tanya jawab selesai, Sembari menutup Forum yasinan bupati juga mensosialisasikan program pemerintah pusat terkait konversi minyak tanah ke LPG. Dalam rangka konversi tersebut, pertamina harus memverifikasi seluruh masyarakat pengguna kompor minyak tanah. Oleh karena itu mereka akan dibantu oleh agen Pliuk agar verifikasi bisa dipercepat.

Hadir dalam Forum yasinan ini Sekretaris Daerah, Para kepala OPD, Para Camat, Kepala Desa dan masyarakat Seteluk dan Poto Tano. (Humas/ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *