Polisi Ini Sambangi Adilio Si Bayi Penderita Cheiloschisis

SUMBAWA BARAT—Adiasta Adilio Cetta, Bayi berumur 2,5 bulan, putra pasangan, Hidayat (32) dan Yuliatin (23) tahun nampak sumringah pagi hari, Kamis (30/5).

Bagaimana tidak, kedua orang tua asli Desa Sapugara Bree dan Tepas Kecamatan Brang Rea, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat tersebut didatangi sejumlah anggota kepolisian Sumbawa Barat.

Sumringah, karena Bhabinkamtibmas Sapugara Bree, Brigadir Nukman didampingi Kour Bin Ops (KBO) Binmas perwi tingkat pertama, Inspektur Dua (IPDA) Nurlana, membawa buah tangan berupan oleh oleh sembako untuk si bayi mungil penderita Cheiloschisis atau celah bibir atau biasa dikenal dengan Bibir Sumbing.

“Kita hanya kebetulan sambang saja pak. Kita prihatin dan ingin menjenguk adik bayi kecil yang menderita cacat lahir tersebut,”kata, Brigadir Nukman.

Celah bibir atau Sumbing merupakan cacat akibat kelainan deformitas kongenital yang disebabkan kelainan perkembangan wajah selama gestasi. Sumbing dapat terjadi pada bibir, langit-langit mulut (palatum), ataupun pada keduanya. Sumbing pada bibir disebut cheiloschisis sedangkan sumbing pada langit-langit mulut disebut palatoschisis. Penanganan sumbing adalah dengan cara operasi.(Sumber Wikipedia)

Kasus bayi lahir kondisi cacat memang tak jarang menimbulkan efek sosial dan psikologis bagi kedua orang tua bahkan lingkungan sosial. Kelahiran bayi dengan cacat bawaan menurut pengetahuan umum terjadi bisa karena faktor genetik, pengaruh bahan kimia berbahaya dan berbagai analisis medis lainnya.

Namun yang pasti, upaya kepolisian Sumbawa Barat murni bentuk kepekaan sosial atau  pendekatan humanistik dan konseling. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *