Presiden Nyatakan Pokmas Tak Kelolah Uang

Karena Paling Siap, Jokowi ke KSB

SUMBAWA BARAT—Presiden Jokowi Dodo kembali menegaskan bahwa Kelompok Masyarakat (Pokmas) tidak mengelola keuangan, namun hanya memastikan penggunaan uang tepat sasaran.

Arahan itu disampaikan Presiden kepada Gubernur NTB, Zulkifli Mansyah dan seluruh perangkatnya, termasuk jajaran Bupati dan Walikota.

“Kami disampaikan soal arahan bapak presiden oleh pak Gubernur. Bahwa Pokmas, hanya memfasilitasi transfer dan memastikan penggunaan uang sesuai kebutuhan para pemilik rumah korban bencana gempa,” kata, Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin, berbicara di Seteluk, dalam rapat persiapan agenda kunjungan presiden di Seteluk.

Agenda Presiden kata Bupati, melihat dari dekat kondisi rekonstruksi rumah korban gempa di Seteluk Tengah dan Desa Senayan. Dan ada simulasi  transfer uang dari rekening korban ke rekening Pokmas dan penarikan tunai oleh Pokmas untuk pembayaran barang barang non pabrikasi. Seperti upah buruh, pasir, batu, bata dan koral. Sesuai nota pesanan pemilik  rumah. Selain itu tidak boleh.

“Itupun pembayaran tunai dan nontunai oleh Pokmas sesuai dengan Nota belanja yang dipesan pemilik rumah langsung, melalui pendampingan Pokmas,” kata Bupati.

Jadi kepala daerah menegaskan kembali arahan Presiden bahwa penggunaan dana bencana harus tepat sasaran dan Pokmas yang dibentuk sesuai Juklak dan Juknis hanya bertugas mengawasi dan mengarahkan saja agar penggunaan d

Bupati Sumbawa Barat, H.Musyafirin, saat rapat khusus bahas agenda Presiden di Seteluk.

ana sesuai aturan. Semuanya, pemesanan material sesuai permintaan pemilik rumah sendiri.

“Sesuai hasil rapat Bupati bersama Gubernur dalam sebuah Rapat Koordinasi (Rakor), bahwa satu satunya kabupaten yang dinyatakan paling siap dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa adalah Sumbawa Barat. Makanya, Presiden memutuskan siap datang ke KSB,” ujar, Bupati.

Didampingi Kapolres dan Dandim 1628 dan perwakilan BNPB, pemerintah daerah berharap seluruh perangkat daerah dan masyarakat diminta siap menyambut kedatangan Presiden.

Sebelumnya sesuai Juklak Juknis bantuan rekontruksi korban bencana Gempa tetap, tidak berubah. Yakni, Rp 50 juta untuk rusak berat, Rp 25 juta rusak sedang dan Rp 10 juta rusak ringan. Hanya saja, realisasi tetap bertahap. Khusus rusak berat, pencairannya 50 persen. Rusak sedang dan ringan sama sama 25 persen.

Sementara itu, sesuai jadwal tentatif yang diterima media, Kunjungan Presiden ke Lombok dan Seteluk di dampingi Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani.

Presiden dilaporkan menggunakan pesawat TNI AU, Boeing 737 VIF dari Halim Perdana Kusuma dan sampai ke Bandara Zainuddin Abdul Majid, Lombok pada pukul 10.30. Selanjutnya rombongan presiden menuju kantor Gubernur guna mendengarkan pemaparan Gubernur dan BNPB.

Barulah sekitar pukul 13.00 Wita  ke Kecamatan Pemenang. Dan langsung ke Sumbawa Barat, tentatif. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *