PT. AMNT Penyebab Lumpuhnya Ekonomi Masyarakat Lingkar Tambang

SUMBAWA BARAT, Zonamerah.net — Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang (GMLT) di Gate Benete, Kamis, (14/21), menuntut agar PT. AMNT segera mengembalikan hak-hak masyarakat lingkar tambang yang telah dirampas selama ini.

Ratusan massa aksi yang terdiri dari pedagang pasar, ojek, pemilik warung, tempat hiburan, dan pengusaha kos-kosan di wilayah Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sebut kebijakan yang dilakukan oleh PT. AMNT selama ini, adalah penyebab lumpuhnya ekonomi masyarakat lingkar tambang. 

Dalam orasinya Koordinator Umum GMLT, Abdul Manan menyampaikan, bahwa masyarakat lingkar tambang menuntut 11 point kepada PT. AMNT yang harus segera dilakukan. 

“Adapun tuntutan masyarakat kepada PT.AMNT yaitu,1.Melaksanakan pemberdayaan terhadap seluruh lini kehidupan masyarakat untuk lebih baik, 2. Memberikan kembali dana CSR ke masing-masing Desa dilingkar tambang, 3. Mendesak PT. AMNT agar karyawan tidak tinggal di lingkungan Camp, 4. Memprioritaskan tenaga kerja lingkar tambang, 5. Membuka balai training di wilayah lingkar tambang, 6. Menutup akses rekrutmen satu pintu, 7. Pemberdayaan pengusaha lokal dengan mengaktifkan kembali LBI, 8. Memberi kembali akses visitor, 9. Mendesak PT.AMNT agar menggunakan jasa buruh untuk bongkar muat barang Suplayer, 10. Mengembalikan wewenang parkir Gate Benete ke pihak Desa,11. Menuntut perusahaan agar pengelolaan limbah Scrap melibatkan Lembaga Adat,” pungkas Abdul Manan. 

Selanjutnya, Koordinator Lapangan GMLT, Yuni Bourhany dalam orasinya juga meminta, agar dapat bertemu dengan Direktur PT. AMNT untuk melakukan dialog dengan masa aksi. 

“Kita tidak ingin mati sia-sia, maka kita harus berjuang. Kita juga tidak akan bertemu dengan orang yang tidak berkompeten. Kita hanya mau bertemu dengan pemegang saham. Tujuan kita hari ini adalah berdialog, kalau tidak ada respon dari perusahaan, kita akan pindahkan pasar maluk ke Gate Benete ini,” tegasnya. 

Selain itu, Yuni menyebutkan, bahwa ada ratusan pedagang, ojek, pemilik warung, tempat hiburan, dan pengusaha kos-kosan di wilayah Kecamatan Maluk, yang menghidupi keluarga hanya bisa bertahan. 

“Kami minta agar perusahaan menurunkan karyawan, dan membuka kembali lockdown. Karena banyak pedagang di pasar yang merugi dengan tidak adanya pembeli, serta ambruk karena modal pinjaman Bank. Maka dari itu, kami perlu kebijakan dari perusahaan, yang bisa mengayomi semua lini perekonomian yang ada di Kecamatan Maluk,” tandas Yuni Bourhany. (ZM.Yan) 

 

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *