RS Asy Syiffa Bukukan Peningkatan Pendapatan Setiap Tahun

Caption foto//Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa Barat, Abdul Aziz, SH.MH di dampingi Direktur RS Asy Syiffa,dr.Carlof berpose bersama jajaran RS Sangla, Denpasar, Provinsi Bali. Pemda KSB menyaksikan pendatanganan MoU dengan Management RS Sangla, terkait kerjasama pembukaan layanan spesialis mata.

SUMBAWA BARAT–Upaya management Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syiffa untuk meningkatkan kualitas pelayanan, berdampak positif terhadap tren pendapatan rumah sakit.

Standarisasi layanan di klaim telah ditetapkan sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) yang baku. Mulai layanan pendaftaran, layanan medis hingga informasi loket dan pemeriksaan medis.

“Optimalisasi layanan kita, berdampak terhadap meningkatnya pendapatan rumah sakit dari tahun ke tahun. Kita terus utamakan kualitas layanan agar semakin baik. Baik sumber daya tenaga medis, administratif, kebersihan dan lain lain,” ujar, Direktur RS Asy Syiffa Sumbawa Barat, dalam sebuah wawancara dengan media, Kamis pekan lalu.

Ia menegaskan, pendapatan cukup besar di terima RSUD memang dari pasien Badan Penyelenggara Jaminan Ssosial (BPJS). Memang, BPJS agak terlambat membayar klaim asuransi ke RS. Namun, Carlof memahami itu menjadi masalah nasional.

Hanya saja, ia memastikan pembayaran BPJS sudah mulai di lakukan termasuk denda atas keterlambatan mereka. Beberapa tunggakan menurutnya, sudah mulai di bayarkan.

“Denda sudah di bayarkan kok. Dan saat ini pembayaran klaim sudah mulai dilakukan kembali,”akunya.

Sebelumnya, RS Asy Syiffa dalam beberapa tahun terakhir terus menyediakan sarana dan prasarana medis yang sesuai standar rumah sakit tipe B. Salah satu, tersedianya beberapa dokter spesialis, penyakit dalam, mata dan tulang. Serta spesialis umum lainnya.

Asy Syffa juga dilaporkan memiliki fasilitas Hemodelisa atau alat cuci darah. Alat ini satu satunya dimiliki rumah sakit ini dari banyaknya rumah sakit di regional Pulau Sumbawa.

Management juga terus mengembangkan, peralatan medis bertehnologi tinggi dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Begitupula pengembangan fasilitas gedung baru, seperti ruang rawat inap, serta perluasan ruang ICU. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *