SUMBAWA BARAT– – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy Syfa Kabupaten Sumbawa Barat menjadi rumah sakit pertama di Pulau Sumbawa yang berhasil mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Sertifikat akreditasi itu diserahkan langsung Ketua KARS kepada Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaefuddin didampingi Direktur RSUD As-Syfa, dr Carlof dan Pimpinan Komisi III DPRD Sumbawa Barat  dalam acara peringatan HUT ke-3 Perkumpulan Komite Akreditasi Rumah Sakit,  di Jakarta, Senin (16/1).

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaefuddin menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh jajaran RSUD As-Syfa sehingga berhasil menjadi rumah sakit yang pertama di Pulau Sumbawa sebagai rumah sakit terakreditasi.

Keberhasilan itu, kata dia, merupakan buah kerja sama semua pihak dan kerja ikhlas jujur dan sungguh-sungguh dari semua aparatur, khususnya aparatur RSUD As-Syfa.

Fud Syaifuddin mengingatkan bahwa status akreditasi juga berarti bertambahnya tanggung jawab seluruh jajaran RSUD dalam memberikan pelayanan dan semakin tingginya ekspektasi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

“Selamat, semoga status akreditasi ini akan berdampak positif dalam melayani masyarakat,” ujarnya sembari berjanji bahwa prmerintah daerah akan terus mensupport RSUD As-Syfa agar menjadi semakin lebih baik kedepan.

Apresiasi serupa juga disampaikan jajaran Pimpinan Komisi III DPRD yang ikut hadir dalam penyerahan sertifikat akreditasi di Jakarta.
Sekretaris Komisi III Amiruddin Embeng, menyatakan  pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan dan itu tidak lepas dari kebaradaan fasilitas kesehatan yang memadai dan kualitas pelayanan yang baik.

“Ini sangat membanggakan dan patut disyukuri. Menjadi satu-satunya rumah sakit terakreditasi di Pulau Sumbawa saya yakin membutuhkan perjuangan dan kerja keras. Salut untuk seluruh jajaran RSUD Asy Syfa,” ujar Politisi yang juga Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP)Sumbawa Barat itu.

Menurut dia, yang membanggakan status akreditasi program khusus itu, berhasil didapatkan RSUD As-Syfa hanya dengan persiapan enam bulan. Padahal biasanya setiap rumah sakit membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun untuk persiapan.

Penilaian akreditasi dilaksanakan pada Oktober 2016 lalu. Di NTB selain RSUD Asy Syfa, rumah sakit yang sudah lulus akreditasi program khusus ini  hanya dua, yakni  RSUD Lombok Barat dan Rumah Sakit milik TNI.

“Indikator yang menjadi penilaian dalam program akreditasi khusus ini adalah kualifikasi dan pendidikan staff, pengendalian dan pencegahan infeksi, standar keselamatan pasien serta hak pasien dan keluarga,”  kata Ketua Tim Akreditasi RSUD As-Syfa, Ns Ida Ellyza S.Kep MM.

Keberhasilan dengan persiapan relatif singkat ini, menurut dia, membuat manajemen RSUD As-Syfa optimis untuk mengikuti program akreditasi reguler pada tahun 2017 ini.

“Kami berterimakasih kepada Pemda KSB yang telah memberikan support penuh, termasuk untuk program akreditasi reguler yang akan kami ikuti tahun 2017 ini. Secara khusus kami juga menyampaikan selamat kepada Direktur dan seluruh jajaran RSUD yang telah bekerja keras sehingga status akreditasi itu bisa didapatkan,” ujarnya.(Ant)