Serapan Pasien BPJS di RS Rendah

Caption foto//Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin didampingi direktur RSUD ASY Syiffa, dr.Carlof bersama Kepala Kejaksaan Negeri NTB, melihat dari dekat kesiapan Asy Syiffa menggelar operasi Katarak, belum lama ini.

dr.Carlof : Itu Karena Puskesmas Optimal

SUMBAWA BARAT— Management Rumah Sakit (RS) Asy-Syiffa mengakui bahwa serapan pasien anggota Badan Perlindungan Jaminan Sosial (BPJS) rendah.

Direktur RS Asy Syiffa, dr. Carlof Sitompul mengatakan, baru sekitar  tujuh persen dari 120 ribuan anggota BPJS di Kabupaten Sumbawa Barat yang terserap layanan rumah sakit daerah itu.

” Ini malah bagus, sebab ini bukti bahwa layanan unit kesehatan Puskemas optimal. Layanan BPJS itu berjenjang, mulai tingkat pertama (Puskesmas,red) hingga lanjutan (RSUD,red),”kata, Carlof menjawab alasan rendahnya serapan pasien BPJS dirumah sakit, Kamis (1/11).

Pasien kata Carlof, di haruskan mendaftarkan pemeriksaan kesehatan biasa ke Puskesmas terlebih dahulu. Jika rujukan dan rawat inap, maka puskesmas bisa melanjutkan layanan kesehatan ketingkat lanjutan tadi.

Layanan pasien BPJS bisa langsung di RSUD kata dia, syaratnya jika memang layanan itu tidak bisa ditangani puskesmas, atau emergency. Pasien intinya, kata Carlof tidak bisa menggunakan fasilitas kesehatan ke RS jika tidak mendapat rujukan dari puskesmas.

“Nah ini berbeda dengan pasien mandiri. Pasien mandiri atau tanpa BPJS bisa langsung mendapat pelayanan rumah sakit tanpa rujukan dari puskesmas,” ujarnya.

Menurut Carlof, sebagian besar target layanan BPJS itu justru di pusat layanan kesehatan tingkat pertama tadi dan dokter umum tentunya. Akan tetapi, dengan terus meningkatnya keikutsertaan masyarakat BPJS pihaknya optimis, serapan BPJS di seluruh layanan kesehatan akan terus meningkat. Termasuk di RSUD.

“Jika di RS jumlah pasien BPJS baru tujuh persen itu artinya banyak kasus penyakit yang bisa ditangani oleh layanan kesehatan tingkat pertama tadi. Sehingga tidak banyak, pasien di rujuk ke RS,” demikian, Carlof.

Tapi, management RS Asy Syiffa kata Carlof tetap mengintruksikan bahwa layanan pasien tetap yang utama. Apakah pasien tersebut dirujuk atau tidak, dan atau menggunakan BPJS atau tidak. Pasien tetap diterima. Utamanya pada kasus pasien emergency tadi, seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD).(ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *