Solusi Sehat Tanpa Efek Samping Ala Thibbun Nabawi

MATARAM- Pada zaman ini perkembangan teknologi dan gaya hidup semakin modern, begitu juga dengan masalah kesehatan yang saat ini berkembang pesat namun minat terhadap pengobatan tradisional semakin tinggi.

Ternyata pengobatan tradisional masih memiliki daya pikat, terutama di daerah Nusa Tenggara Barat.

Pengobatan tradisional biasa disebut oleh masyarakat sebagai solusi alternatif dari pengobatan medis. Akan tetapi, pada era globalisasi seperti sekarang, tidak bisa dipungkiri pengobatan medis menjadi pilihan utama kebanyakan orang.

Namun, tak sedikit yang masih menerapkan pengobatan tradisional sebagai upaya pendamping untuk memperoleh kesehatan yang optimal, misalnya dengan menggunakan jamu, tumbuh tumbuhan atau herbal, gurah, ruqiah, dan bekam.

Saat ini masyarakat NTB cendrung kembali pada pengobatan alam atau back to nature and to thibbun nabawi. Atau yang biasa disebut dengan metode pengobatan ala Nabi. yaitu pengobatan alami dengan bahan-bahan yang langsung dari alam, dan berbagai pengobatan yang telah dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. seperti ruqiah, bekam, gurah, dll.

Alasannya, pengobatan tradisional berpotensi menjaga kesehatan dan mengobati dengan tidak memiliki efek samping yang akan merugikan tubuh.

Seorang perawat di Rumah Sakit Universitas Mataram, Baiq Lily Permana memandang pengobatan yang berbasis herbal itu proses penyembuhannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Akhir akhir ini banyak pengobatan yang dilakukan secara tradisional menggunakan berbagai herbal, dan banyak juga dari pakar kesehatan atau dokter medis menggunakan herbal.

“Sejujurnya kami dikesehatan walaupun kami sakit, kami tidak langsung minum obat, karna prinsipnya obat kimia itu adalah racun dalam tubuh. Ada obat-obat yang memang bisa menyembuhkan tanpa ketergantungan, ada juga obat yang harus diminum seumur hidup dan bahkan semua obat itu punya efek samping yang bisa menimbulkan komplikasi jika meminumnya dalam waktu lama,” akunya.

Jadi, karena alasan itu, menurut Baiq Lyli dirinya lebih senang menggunakan pengobatan tradisional sebagai solusi dalam pencegahan ataupun pengobatan, karna tidak ada efek samping yang ditimbulkannya.

Aminah, pengguna pengobatan alternatif mengaku, bertahun-tahun harus bolak balik ke rumah sakit karena mengalami penyakit jantung, asam urat, kolestrol, dan diabetes militus. Sampai akhirnya saya beralih menggunakan herbal dan terapi bekam, setelah itu saya tidak pernah merasakan sakit yang sama lagi.

Sementara itu, Hendro , seorang herbalis warga Mataram mengatakan, masyarakat sudah mulai melirik pengobatan tradisional ini, seperti bekam, ruqiyah, dan obat herbal lainnya terbukti bisa menyembuhkan baik penyakit medis maupun non medis.

“Umumnya, warga kita sudah mulai sadar akan pentingnya hidup sehat alami,” aku, Hendro. (ZM.Nil/Red)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *