Tim BPN NTB Rekonstruksi Ulang Sengketa Tanah HGB Newmont

Caption foto// Tampak perwakilan BPN NTB bersepakat bersama penguasa lahan, Muhammad Saleh, SE untuk melakukan rekonstruksi ulang lahan HGB AMNT.

SUMBAWA BARAT—Tim pengukuran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi NTB dilaporkan diterjunkan di Batu Hijau, Selasa (15/1).

Tim ini ditugasi BPN NTB untuk melakukan pengukuran ulang status tanah Hak Guna Bangunan (HGB) IV yang dikuasai PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) dulu yang kini beralih ke PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Sebelumnya, tanah seluas kurang dari satu hektar itu di kuasai Muhammad Saleh, SE ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) berdasarkan bukti jual beli atau Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) yang dikeluarkan pemerintah Desa dan Kecamatan Setempat. Sementara PT.AMNT mengantongi sertifikat HGB yang dikeluarkan BPN tahun 2000 silam.

” Yang saya kerjakan ini adalah permohonan dari PT. AMNT untuk rekontruksi HGB 4 dari Newmont. Maka dari itu yang kita kerjakan ya sebatas ini, kalau masalah selanjutnya silahkan bapak berhubungan dengan Perusahaan AMNT,” Jelas, Jaelani kepada Saleh, di lokasi tanah sengketa Jalan Raya Maluk.

Tim BPN dan Perusahaan sempat bersitegang dengan pemilik lahan. Tapi pihak kepolisian menenangkan kedua belah pihak agar menggunakan kepala dingin.

Tim  pengukuran BPN di dampingi pihak Polres KSB melalui Kanit Reskrim  AIPDA Susilo SH. Mengawal jalanya pengukuran.

Polsek Maluk di pimpin  Kapolsek I Gde Mahartha, bersama anggotanya juga melakukan pengawalan guna mengantisipasi terjadinya tindakan anarkis dari kedua belah pihak.

“Kapasitas kita disini hanya mem back up keamanan saja, jangan sampai ada gangguan di wilayah hukum kami,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Saleh mengatakan, hingga saat ini, pihaknya menunggu kalanjutan proses hukum atas tanah ini.

“Saya siap memperjuangkan sampai di manapun karena itu hak saya,  atas kepemilkan tanah ini,” jelas, M Saleh, warga Maluk pemilik tanah.

AIPTU Susilo Kanit Reskrim POLRES setempat, di lokasi tempat sengketa menjelaskan pengukuran hari ini untuk menentukan apakah obyek yang di kuasai M. Saleh ini masuk dalam HGB  4 Milik perusahaan atau tidak,  dan selanjutnya  data yang diperoleh BPN  akan melengkapi berkas selanjutnya,” jelasnya.

Dalam hal ini Perwakilan Perusahaan AMNT di wakili,  Sulanto  superveser line PT. Amik. Dan Teten,  pegawai SR PT, AMNT. Mendampingi team pengukuran BPN.

Sebelumnya, Muhammad Saleh menegaskan, ia telah membeli tanah ini dari pemiluk awal. Dimana, pemilik awal tidak menerima transaksi pembebasan lahan dari Newmont pada saat pembebasan awal. Sesuai data dari BPN sendiri, ketika itu Senior Manager Eksternal Relation PT.NNT, Malik Salim dalam surat penjelasan kepada BPN bahwa tanah yang di kuasai Saleh saat ini tidak termasuk tanah HGB yang di ganti rugi perusahaan sendiri.

Pengukuran tanah oleh tim BPN ini merupakan buntut dari laporan penyerobotan lahan yang di lakukan, Aska Hudah, komandan Security 911. Anehnya, Aska sendiri bukan tercatat sebagai pemilik lahan yang sah atas HGB tadi dan diketahui tidak memiliki kuasa apapun atas tuntutan tanah tersebut ke pihak kepolisian. Aska hanya komandan Security atau pengamanan internal AMNT.

Penguasaan tanah ini terjadi sejak puluhan tahun silam. Namun NNT tidak pernah mempersoalkan tanah tersebut adalah masuk HGB mereka. Tidak ada pagar pembatas apapun sebagai bukti fisik bahwa tanah tersebut masuk dalam penguasaan perusahaan, namun tiba tiba setelah AMNT beroperasi beberapa tahun ini, tanah tersebut tiba tiba diklaim ulang. (ZM. Fj 02)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *