Tingginya Kasus Pencabulan, Salah Siapa?

Coption//dr Juniarni. Spkj, dokter Spesialis kejiwaan, RSUD Asy-Syffa Sumbawa Barat.
Laporan: Fajar Ngudi P

SUMBAWA BARAT—Di awal tahun 2019 ini setidaknya ada empat  kasus pencabulan anak di tangani kepolisian Sumbawa Barat. Seleuruh kasus tadi menyisakan duka yang dalam bagi korban dan keluarganya.

Bagi si korban derita gangguan Psikis, akan selalu membayangi sepanjang hidupnya. Sementara keluarga korban tentu menanggung dampak sosial yang luar biasa.

Untuk itu, keadilan memang harus di tegakkan  aparat penegak hukum. Setidaknya, tidak seharusnya keadilan terbeli oleh pelaku kejahatan yang telah merenggut masa depan korban.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa Barat, AKP. Muhaimin SIK. pada jumpa Pers senin (4/2) lalu, sedikitnya empat kasus pencabulan anak, satu lagi diantaranya kasus pencabulan yang sudah di ungkap.  Jadi hingga berita ini di turunkan sudah empat kasus pencabulan anak yang sudah masuk  dan ditangani kepolisian setempat.

“Kasus pencabulan anak ini semuanya di karenakan pelaku terpengaruh dengan tontonan porno yang marak di media sosial. Juga karena pengawasan  arang tua tergadap anak yang kurang perhatian serius, semuanya di anggap remeh, padahal di sekitar kitalah pelaku kejahatan itu menunggu kelengahan kita. Dan korban selalu di ikuti oleh pelaku,” paparnya.

Maka dari itu dihimbau kepada seluruh masyarakat kususnya orangtua agar mendampigi dan mengontrol anak anak nya setiap hari, supaya bisa terhindar dari kejahatan pencabulan. Demikian Muhaimin.

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat mengaku terus bersinergi dengan kepolisian guna menekan kasus tindak pidana asusila pencabulan anak.

Pekerjaan  rumah yang tidak mudah bagi pemerintah  untuk lebih memperhatikan kasus asusila terhadap anak anak. Karena anak anak di negara kita ini adalah aset penerus bangsa.

“Kita Dinsos selalu intens untuk memberikan pendampingan terhadap korban, tindak pidana pencabulan anak, sampai persolan tuntas. Dan kita selalu memantau perkembangan nya,” kata, Sekretaris Dinas Sosial Sumbawa Barat, Manurung.

Ia mengatakan, Dinas pada tahun ini memiliki program, Penanganan Kasus Anak Bermasalah sosial Berbasis Keluarga yang akan di laksanakan pada pertengahan tahun ini. Program ini salah satu cara menekan maraknya kasus tindak pidana asusila terhadap anak. 

“Dinsos memberikan sosialisasi dan pengetahuan serta pembinaan terhadap keluarga di seluruh wilayah KSB. Agar menghindari terjadinya kasus anak anak bermasalah, salah satunya seperti tindakan kriminalitas asusila terhadap anak anak,” Tambah Manurung.

Masalah pencabulan anak  di awal tahun ini juga menjadi perhatian, dr Juniarni. Spkj, seorang dokter Spicialis Jiwa RSUD Asy Siffa Sumbawa Barat. Dokter jiwa ini mengatakan, pelaku pencabulan terhadap anak anak, cenderung berprilaku menyimpang. 

“Kategori anak anak di masa sekarang ini di bawah sepuluh tahun. Di atas sepuluh tahun sudah di katagorikan pra remaja karena sudah mengerti berpacaran, dan pengaruh media sosial yang setiap hari mengisi waktunya,” jelas Dokter jiwa ini.

Untuk mengantisipasinya kita semua harus bertanggung jawab, mengawasi, mengontrol, mendampingi terhadap kegiatan anak anak kita. Kalau bukan kita orang tua yang bertangung jawab, lalu tanggung jawab siapa?,” Demikian Ani.(ZM. Fj 02)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *