TNI dan Pemda Berhasil Tekan Bulog Amankan HPP

Keterangan Foto : Tampak sejumlah kegiatan Personel TNI Danramil Seteluk mengawal ketat Petugas Bulog melakukan pembelian Gabah Petani.

“Alhamdulillah kita semua berharap semua berjalan lancar dan baik. Saya juga minta dinas Perindag untuk dapat mendampingi langkah langkah yang di lakukan Bulog agar semua rakyat merasakan perlakuan yang sama,”

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Saifuddin, ST


TALIWANG —–Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Pemerintah Sumbawa Barat akhirnya melakukan pengawalan ketat terhadap aktifitas Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat guna mamastikan pembelian gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

IMG-20170320-WA0032
Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Arm. Sumanto, melakukan Sidak di posko TNI dan Gudang Bulog Subdivre III yang berkedudukan di Kecamatan Alas.

Langkah ini diambil TNI merespon rendahnya akses bulog membeli gabah petani disaat harga gabah anjlok sampai level Rp 3400 perkilogram jauh dibawah HPP yang ditetapkan Rp 3700 perkilogram.

Hasilnya, sejumlah wilayah yang dilaporkan menjadi lumbung pangan Sumbawa Barat seperti Kecamatan Seteluk, Taliwang dan Brang Rea berhasil diakses Bulog dengan dipantau serta dikawal ketat TNI. Seluruh Bhabinsa dan Komandan Rayon Militer (Koramil) diperintah terjun kelapangan guna mengawal ini.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Saifuddin, ST menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja dan upaya dilakukan TNI bersama jajaran. Ia juga berterimakasih terhadap jajaran pemerintah daerah termasuk dinas terkait. Pemerintah akan tetap mengawal proses ini agar rakyat bisa merasakan pelayanan pemerintahnya secara maksimal.

“Alhamdulillah kita semua berharap semua berjalan lancar dan baik. Saya juga minta dinas Perindag untuk dapat mendampingi langkah langkah yang di lakukan Bulog agar semua rakyat merasakan perlakuan yang sama,” ujar, Wabup kepada wartawan, Kamis pagi.

IMG-20170323-WA0002
Danramil Taliwang, Kapten Inf Agus, bersama anggota memantau aktifitas bongkar muat gabah oleh Bulog usai membeli gabah di petani.

Sebelumnya, Di Desa Tebo, Air Suning  Seteluk dan Rempe, Bhabinsa dari Koramil Seteluk bersama kepala Bulog wilayah Sumbawa Barat membawa sejumlah truk langsung membeli gabah petani di sawah sawah bahkan sampai rumah petani. Ditempat ini diperkirakan puluhan ton gabah terserap sesuai HPP Rp 3700 perkilogram.

“Saya lihat truk dari Bulog dan tentara masuk sawah pak. Mereka langsung beli ditempat. Syukur petani terima harga Rp 3700,”kata Nurintan, 60 tahun, Petani Lansia, Desa Seteluk Atas, di Seteluk, Kamis ( 23/3).

Di Kecamatan Taliwang, Komandan Rayon Militer (Danramil) terjun memimpin anggota mengawal truk truk Bulog. Hasilnya, dikawasan ini puluhan ton gabah petani juga terserap. Bulog membawa  truk truk mitra mereka langsung ke basis produksi petani. Disini kata dia, Bulog telah membeli di Desa Sapugara Bree,  Seminar Salit dan Lampok serta Kalimantong Kecamatan Brang Ene.

“Kita kawal langsung timbang dilokasi. Bertransaksi dipinggir jalan bahkan disawah. Kami juga survey sawah yang siap panen. Kita himbau petani langsung agar menghubungi Bulog atau Bhabinsa jika panen, jangan jual ke tengkulak,” tegas, Kapten Inf Agus, Danramil Taliwang, dikonfirmasi wartawan, Kamis pagi tadi.

Sebelumnya, Bupati dan Wakil Bupati memberikan attensi khusus kepada Bulog paska laporan Dinas Pertanian setempat yang merilis operasi Bulog belum menyasar mengamanan harga petani di basis produksi. Padahal, kalender panen awal sudah hampir tuntas. Banyaknya laporan petani ke Dinas Pertanian membuat Kepala Dinas (Kadis), Marlin Hardi, berang. Ia marah dan menuduh Bulog tidak bekerja.

Merespons itu, kepala daerah dan wakil kepala daerah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) dan para asisten memanggil Bulog untuk rapat darurat. Hasilnya, Bupati menekankan tim terpadu yang dibentuk Pemda bersama TNI mengawal Bulog. Rapat tersebut juga menekankan agar tim pengamanan harga gabah Pemda yang dikoordinasikan Asisten II Bidang Pembangunan segera menerjunkan mitra Perindag ikut membeli gabah.

“Pak Bupati dan Wabup keras dirapat. Beliau berdua respon serius kasus anjloknya harga gabah ini. Bahkan perintahnya usai rapat langsung action,” kata, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemda setempat, Abdul Muis,  kepada pers, Senin (20/3) lalu.

IMG-20170323-WA0001
Danramil Taliwang melakukan survey sebelum panen di wilayah Kecamatan Brang Rea.

Hingga kini kata Abdul Muis, tim pengamanan harga gabah khusus yang dibentuk pemerintah diluar Bulog mulai bekerja. Pemerintah mengalikasikan anggaran Rp 3,3 Milyar untuk mengamankan atau menstabilkan gabah petani yang belum terjangkau.

“Pemerintah berharap semua gabah petani terselamatkan, tidak anjlok. Harus diatasi. Ini persoalan klasik. Pemda masih terus berfikir dan mengambil langkah strategis untuk itu,”Demikian Abdul Muis.

Sementara, itu untuk semakin memperketat pengawasan, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1607 Sumbawa, Letkol Arm. Sumanto melakukan sidak khusus ke Gudang Bulog Subdevisi Regional III Alas. Dandim ingin memastikan daya serap gabah oleh Bulog di gudang induk sesuai dengan data dilapangan.

“TNI hanya memastikan serapannya sesuai dengan data lapangan, itu saja. Serapan saya maksud baik di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. TNI bahan bentuk pos pemantau di gudang kata dia,”ujar, Sumanto. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *