TNI Minta Petani Efisiensikan Produksi dengan Alsintan

SUMBAWA BESAR—–Petani di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan tanam padi bersama secara serentak menghadapi musim tanam tahun ini. Kegiatan ini diprakarsai pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pertanian bekerjasama dengan TNI.

Pemerintah daerah nampaknya ingin mendukung pencapaian peningkatan kapasitas produksi tanaman padi, agar hasil pertanian bisa lebih baik dan melimpah.

Demikian pula jajaran TNI dari Markas komando Distrik Militer (Kodim) 1607 Sumbawa, mendukung kegiatan tanam padi ini sekaligus melakukan monitoring pemetaan dan pendampingan agar sistem pola tanam bisa terlaksana dengan baik serta terdampingi petugas yang berwenang.

Komandan Kodim 1607 Sumbawa, Letkol Arm. Sumanto mengatakan, upaya ini dilakukan TNI agar menjaga keberlangsungan produksi secara kontinew, berhasil dan efisien atau tidka memakan biaya produksi yang boros.

” Semoga dengan adanya bantuan Alat mesin Pertanian (Alsintan) ini, petani bisa lebih efisien atau menekan biaya operasional yang tinggi. Agar hasilnya lebih baik dan menguntungkan,” kata, Dandim dalam sambutannya, di hadapan ratusan anggota Kelompok Tani (Poktan), Uma Batir Kecamatan Alas, Selasa (19/12).

Dandim seakan menegaskan kembali bahwa TNI ikut bertanggung jawab dan peduli terhadap keberhasilan petani di Sumbawa dalam mengelola dan memproduksi hasil pertanian mereka. Produk pertanian, seperti beras, kedelai dan jagung menurut Dandim merupakan bagian dari cadangan pangan dalam negeri.

Jika pasokan pangan kuat maka negara kuat, rakyat memiliki ketersediaan pangan yang melimpah. Ini juga ikut menjamin kestabilan ekonomi dan politik. Itu artinya, pertahanan dan ketahanan negara menjadi kuat.

Kepala dinas pertanian Sumbawa, Talifuddin mengatakan, kebijakan pemerintah daerah memperkuat bantuan alat mesin pertanian ini ditujukan agar kualitas produksi padi kita menjadi bagus. Ia berharap dengan banyaknya bantuan alat alat ini, maka pemerintah ikut memperkuat pasokan alat pertanian yang lebih modern.

“Kita terus berfikir bagaimana caranya agar distribusi beras dan kedelai langsung di produksi di dalam daerah, bukan lagi dari luar daerah. Salah satunya dengan memoderenisasi peralatan pertanian tadi,”kata, dia di kesempatan yang sama di Alas.

Terakhir Dinas pertanian bersama TNI langsung menggelar praktik tanam padi dengan meenggunakan mesin tanam padi terbaru bertehnologi tinggi. Disana pemerintah juga mensosialisasikan  cara pemakaian alat mesin berikut mintanance atau pemeliharaannya. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *