Tuna Grahita Yang Pandai Tata Boga dan Cukli

Keren : Inilah buah hasil kerajinan tangan para siswa siswi SLB Lobar, yang di pamerkan di ajang Inspiratif Ekspo (IE), Dinas Kominfotik NTB. Kreatif dan punya nilai educasi tinggi.

LOBAR—Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 01 Lombok Barat, perkenalkan hasil karya siswanya di pegelaran mingguan Inspiratif Expo (15/9) oleh Dinas Komunikasi, Informasi dan Tehnologi (Kominfotik) Jalan Udayana Nomor 14 Mataram.

Hasil karya anak didik Baiq Minarniwati ini, tidak hanya di pamerkan di Inspiratif Expo, namun juga bisa diborong untuk dibawa pulang. Barang yang ditampilkan berupa makanan dan kerajinan.

Selaku kepala sekolah, Baiq Minarniwati meyakinkan bahwa semua produk yang ada sudah berstandar nasioanal.

” Cukli (kerajinan kayu khas Lombok) kami juara 1 di NTB dalam perlombaan,” Imbuhnya sambil menunjuk barisan kerajinan.

Aksi seorang penari dari sanggar tari, Saraswati.

SLB saat ini tidak dijadikan untuk kepentingan akademik saja. Para siswa yang berjumlah 130 orang, diberikan keterampilan lanjutan. Harapan dari keterampilan ini, agar siswa ketika lulus mampu mandiri, dengan caranya sendiri.

Keterampilan yang disediakan oleh sekolah berupa tata boga, kriya kayu, sampai pijat. Tata boga dan kria kayu, banyak ditekuni oleh siswa tuna grahita dan tuna rungu. Tuna grahita, adalah siswa dengan kebutuhan khusus akan mental, sedangkan tuna rungu ialah yang memiliki kebutihan khusus pendengaran. Tuna netra yang memiliki kebutuhan khusus dibidang pengelihatan, banyak menekuni bidang pijat karena kepekaan mereka membaca otot manusia lebih tinggi.

Kepala SLB kemudian memperkenalkan Ketut, salah satu siswa SLBN 01 Lobar yang dalam waktu dekat akan dikirim untuk mengikuti lomba kerajinan dari barang bekas. Dalam bahasa isyarat, Ketut menyampaikan lomba yang akan diikutinya nanti adalah lomba tingkat nasional.

Sekolah kebutuhan khusus tidak dapat dipandang sebelah mata. Salah satu siswa bernama Putra bahkan tanpa ragu maju kedepan kerumunam orang untuk mengajarkan bahasa isyarat Indonesia (Bisindo), ditemani Ema sebagai penerjemah.

Dengan bahasa isyarat Putra mempersilahkan siapapun yang ingin belajar, dan berkumpul bersama mereka. Siswa lainnya, mengangkat plang dengan tulisan tuna rungu dan lainnya, sebagai pertanda mereka tidak segan bersosialisasi dengan siapapun, dan mengajak orang lain untuk berkumpul bersama mereka.

Diakhir sesi, kepala sekolah mengingatkan masyarakat untuk berkunjung ke Sekolahnya, baik untuk memesan buah tangan siswanya, atau menjadi bagian dari sekolah kebutuhan khusus. SLBN 01 Lombok barat, berada di Dasan Griya, Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. (ZM.AW)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *