UNICEF Terkesan Dengan Implementasi Program STBM KSB

SUMBAWA BARAT– Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang saat ini sedang digalakan oleh pemerintah, merupakan kelanjutan dari tuntasnya buang air besar sembarangan atau ODF.

Itu artinya, seluruh masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat sudah mengakses jamban yang sehat dan layak.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat, Tuwuh mengatakan, ada lima pilar utama program STBM tadi. Yakni, pertama bebas buang air besar sembarangan atau ODF, kedua cuci tangan pakai sabun, ketiga pengelolaan air minum, keempat dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dan kelima, pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Pilar pertama program STBM terkait bebas buang air besar sembarang atau ODF sudah berhasil dituntaskan pada akhir tahun 2016 kemudian dikukuhkan tahun 2017 dengan mendapatkan penghargaan dari provinsi, selanjutnya di tahun 2018 kembali mendapatkan penghargaan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Tuwuh mengatakan, Dinas Kesehatan salah satu instansi penyokong utama suksesnya program STBM, selain dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Kami bersama pemerintah akan terus bekerja secara maksimal dalam menuntaskan lima pilar program STBM tersebut,”ujarnya.

Karena itulah, kata dia, dari berbagai pencapaian program STBM ternyata terus dipantau oleh United Nation Children Foundation (UNICEF). Lembaga dunia, yang konsen terhadap pengawasan pengendalian kesehatan lingkungan.

“Sampai saat ini, UNICEF sudah tiga kali melakukan kunjungan untuk meninjau beberapa lokasi, hasil dari peninjauan tersebut membuat mereka terkesan dengan penerapan program STBM di Kabupaten Sumbawa Barat,” ujarnya.

Sementara itu, adapun dampak yang dirasakan oleh masyarakat dari program STBM ini, menurut Tuwuh, yakni, menurunnya angka penyakit berbasis lingkungan contohnya seperti diare, disentri, dan diploit, lalu angka kesehatan meningkat dan angka gizi kurang atau stunting menurun, dan terbukti dari tahun 2018 Kabupaten Sumbawa Barat menjadi yang terbaik masalah stunting dan itu merupakan hasil riset kesehatan dasar yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan.

“Dari lima pilar program STBM, pilar yang kelima terkait pengelolaan limbah cair rumah tangga masih menjadi tantangan. Itu karena angka persentse pencapaiannya masih dibawah 50 persen.

Sementara untuk pilar lainnya sudah diatas 80 persen. Karena kondisi inilah, menurut Tuwuh, pemerintah terus memaksimal agar bagaimana menuntaskan kelima pilar program STBM.

“Harapan kami kedepan, kita semua turut membantu memasyarakatkan program STBM ini. Kita biasakan masyarakat dan diri sendiri. Kita harap kedepan, Sumbawa Barat tetap menjadi percontohan penerapan STBM terbaik di indonesia,” demikian, Tuwuh.(ZM.win*)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *