Warga dan Pemda Tandatangani Pembebasan Lahan Smelter

Caption Foto//Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin di dampingi Kapolres dan Dandim 1628 pose bersama Wagimin, tokoh masyarakat Otak Keris, Kecamatan Maluk, usai menandatangani kesepakatan bersama.

SUMBAWA BARAT–Sejumlah perwakilan warga Otak keris Desa Maluk Kecamatan Maluk akhirnya menandatangani kesepakatan pembebasan lahan untuk pembangunan Smelter.

Penandatanganan ini terjadi di gedung Graha Fitra kantor Bupati Sumbawa Barat kamis (21/8). Bupati Sumbawa Barat W. Musyafirin didampingi Kapolres KSB Kombes Mustofa SIK, Dandim 1628/SB Letkol Czi Edy Oswantoro, ST, serta Wagiman (58), Mbah Rebin (62) warga Otakeris.

Telah bersama sama menandatangani perjanjian kesepakatan untuk melepas lahan nya. Di saksikan pula Kepala Desa Maluk, Bukit Damai, Camat Maluk, Tim percepatan pembangunan Smelter serta seluruh Awak media Sumbawa Barat.

Setelah sekian lama proses untuk mencari kesepakatan bersama tidak menemui hasil dan begitu alotnya dalam menemukan kata sepakat , warga bersama Pemda kini sudah menemui hasilnya. Warga akhirnya rela melepas lahan miliknya.

Apa yang sudah kita sepakati ini menjadi tanggung jawab saya pribadi dan Pemda untuk menyelesaikan dan mengganti sesuai dengan keinginan Wagiman dan warga lainya. Jelas Bupati dalam Dalam sambutan singkatnya

Tokoh masyarakat dan perwakilan warga Otak Keris Kecamatan Maluk, Wagimin, kesepakatan pembebasan lahan Smelter.

Masih menurut Bupati, apa yang kita tanda tangani ini akan menjadi penentu terhadap warga Otakkeris yang lain, karena mereka ini tokoh di wilayahnya dan yang mempunyai lahan paling luas. Wagiman empat hektar lebih sedang Mbah Rebin sembilan hektar. Kedua orang ini memilih untuk minta di ganti lahannya di wilayah Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa, tidak mau diganti dengan uang tunai. Kami sudah siapkan sesuai harapan mereka.

Wilayah Otakkeris sendiri mempunyai luas 112 hektar, yang terdiri dari tanah kering dan tanah basah pertanian produktif. Dari seratus dua belas hektar itu terbagi empat puluh pemilik lahan bersrtifikat.

Mengenai pertanyaan wartawan terkait Perusahaan tambang Bupati mengatakan,
Saya sudah menghimbau kepada Perusahaan dalam hal ini PT. AMNT untuk segera melakukan aktifitasnya, jika masalah pembebasan lahannya sudah selesai, karena kemarin pihak perusahaan susah untuk masuk, dikarenakan masih dalam masalah. Demikian Bupati.

Dalam wawancara dengan media Wagiman mengatakan, intinya tidak mau minta ganti rugi dengan uang, yang pasti kami meminta ganti tanah kami dengan luas yang sama serta pertanian dan irigasi nya harus disiapkan seperti di Otakkeris.

“Kalau untuk ganti rugi rumah pemda sanggub membangunkan, dan kita tinggal terima kunci. Ini yang sudah menjadi kesepakatan sebelumnya. Makanya kami sepakat, harapan saya pemerintah konsekwen dengan janjinya,” Jelas wagiman ber api api. (ZM.fj/ADV).

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *