Warga Hindu Dapat Bantuan Perahu Abu Jenazah

Caption Foto//Sekretaris Dinas (Sekdis) DKP Sumbawa Barat, Arifin, SP. (Foto/Rabu, 5-12).

SUMBAWA BARAT—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbawa Barat, ternyata menyiapkan bantuan perahu wisata dan perahu khusus untuk mengangkut abu Jenazah, bagi Banjar Hindu. Bantuan ini bagian dari kelanjutan program ‘ Bariri Nelayan’ yang di gagas pemerintah setempat.

Bantuan ini dilaporkan tersusun dalam anggaran program kerja DKP tahun 2019 mendatang.

Perahu yang akan di berikan masing masing kurang lebih berukuran sembilan meter kali seratus enam puluh centimeter,  dengan mesin berkekuatan 20 PK.

“Dalam rangka menyongsong pariwisata Bahari  di KSB maka kami memberikan sarana ini agar lebih menarik wisatawan yang datang di KSB,” Terang,  Sekretaris DKP setempat, Zaenal. S P.

Ia menegaskan, bantuan perahu untuk wisata sebanyak tiga  perahu, sedangkan untuk perahu pengangkut abu Jenazah dipersiapkan hanya satu unit. Bantuan tadi bersifat insidentil. Untuk mendukung kebutuhan sebagian warga Sumbawa Barat yang beragama  Hindu.

Satu unit Perahu pengangkut abu Jenazah akan di berikan kepada kelompok Banjar di Desa Kokarlian Kecamatan Poto Tano. Sementara sarana prahu wisata akan di berikan kepada tiga Pokdarwis, Poto Batu, Jelenga dan Sagena.

“Jika itu memang benar kami mendapat bantuan perahu wisata, tentu kami  sangat senang sekali. Karena itu yang kita tunggu tunggu,” terang, Toniman Alkasyim (37),  penggiat wisata Poto Batu, menanggapi bantuan pemerintah ini.

Menurut Toniman, sarana perahu wisata itu sudah lama kita inginkan. Karena ia melihat antusiasme wisatawan asing yang datang berkunjung di Poto Batu, termasuk kunjungan wisatawan domestik.

Sementara itu, Arifin juga menyinggung program sarana wisata Bahari yang sudah tersusun ini tinggal menunggu realisasi tahun 2019 mendatang.

Bariri Nelayan Capai Target

Nelayan dari tahun 2017 sampai dengan 2018, sudah mencapai hasil tujuh puluh sembilan persen, ini di tandai dengan 1.048 unit perahu  yang sudah di berikan kepada nelayan, dari total keseluruhan 1.212 unit.

“Kekurangannya 164 unit , ini akan di selesaikan hingga tahun 2020 mendatang,” tandasnya.

DKP sendiri kata Arifin, terus berupaya melakukan berbagai lobi ke Pemerintah Provinsi bahkan Kementrian Kelautan, guna untuk menambah alokasi anggaran untuk optimalisasi program Bariri Nelayan ini.

“Bertambahnya sarana tangkap berarti bertambah juga produksi tangkapan. Dengan bertambahnya sarana budi daya maka bertambah juga hasil budi dayanya. Implementasinya adalah terjadinya peningkatan pendapatan,” ujar, Kepala Bidang Tangkap, DKP, Notokaryono, Spi. Msi. (ZM.Fj-02)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *