Warga Lapas Masih ‘Bebas’ Gunakan Perangkat IT

SUMBAWA–Mungkin viral yang mengatakan, ‘aturan dibuat memang untuk dilanggar’ bisa mendekati kebenaran di Indonesia ini. Peraturan yang diterapkan pada instansi tertentu masih saja, tidak bisa menjamin lingkungannya bisa taat. Mungkinkah aturan itu hanya formalitas saja, atau aparaturnya yang lalai?.

IMG-20160824-WA0005
Kepala keamanan LP klas II Sumbawa, Untung Swasono.

Akhir akhir ini sejumlah warga binaan Lapas kelas II Sumbawa Besar mudah menggunakan perangkat Informasi dan Tehnologi (IT). Bahkan, hasil investigasi media di Lapas dan akun akun media sosial, sejumlah orang yang masih berstatus warga binaan dan nenjalani masa hukuman, dengan mudahnya menggunakan perangkat hand phone bertehnologi, untuk berkomunikasi dengan dunia luar tanpa pengawasan atau larangan.

Kondisi ini tentu saja memprihatinkan. Mabes Polri dan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) terutama Direktorat Jenderal (Dirjen) pemasyarakatan masih disibukan dengan kasus testimoni terpidana mati kejahatan Narkotika, Freddy Budiman. Pengakuan Freddy terhadap aktivis Kontras yang menyebut keterlibatan aparat dan mudahnya sang bandar jaringan Tiongkok itu mengendalikan bisnis Narkoba dari dalam Lapas cukup mencengangkan.

Pertanyaannya bagaimana mungkin Freddy bisa berbisnis dari dalam Lapas tanpa alat komunikasi?. Padahal sesuai aturan, warga binaan tidak boleh menggunakan alat komunikasi apapun kecuali yang disediakan petugas lapas.

Nah, fakta kini, sejumlah oknum warga binaan Lapas kelas II Sumbawa, malah santai dan menikmati update status di akun jejaring sosial. Bahkan dengan mudahnya berkomentar dan menyebarkan informasi dan tanggapan terhadap persoalan yang belum terferifikasi benar adanya. Bahkan tidak jarang, merusak nama dan institusi lain. Pertanyaannya, mengapa ini bisa terjadi?.

IMG-20160824-WA0003
Papan informasi jadwal besuk dan larangan membawa atau menggunakan alat komunikasi.

” Ada peraturan  didalam Lapas yang melarang membawa atau menggunakan Hand Phone, kamera, narkotika, senjata api, senjata tajam dan alat komunikasi lainnya. Ini berlaku juga bagi pengunjung. Kita akan tindak tegas jika ada pelanggaran seperti itu,” kata Untung, CS.SH kepala satuan pengamanan LP kelas II Sumbawa, kepada media, Rabu (24/8).

Untung tidak menampik kalau ada Narapidana menggunakan HP secara sembunyi sembunyi. Ia berwenang menjatuhkan sanksi disiplin da menindak tegas warga binaan yang melanggar tata tertib.

Sesuai pasal, 47 undang undang nomor 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan menerangkan, Kalapas berwenang memberikan tindakan disiplin, atau hukuman terhadap warga binaan yang melanggar peraturan keamanan dilingkungan lapas.

Kemudian ditegaskan kembali dalam pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri (Permen) Hukum dan Ham tentang tatib lapas dan rutan, nomor 6 tahun 2003. Yaitu, setiap narapidana dan tahanan, wajib mematuhi tatib Lapas atau Rutan.

“Sanksi bagi yang melanggar, memberikan peringatan, titipan sunyi selama enam hari dan pencabutan hak warga binaan. Kita segera tertibkan pak,”demikian, untung.

Sementara itu, ketua lembaga Madani dan Perlindungan Hukum NTB, Amiruddin, SH mengritisi lemahnya pengawasan petugas LAPAS memicu maraknya penggunaan alat IT dengan bebas di Lapas.

“Ini saya lihat terkesan ada pembiaran. Karena jelas larangan untuk menggunakan atau membawa peralatan komunikasi sudah diatur jelas. Jika masih ada pelanggaran, ya kepala Lapas yang bertanggung jawab,” ujarnya, dikonfirmasi wartawan, dari Mataram, kemarin.

Amir menilai, lemahnya pengawasan didalam Lapas atau rutan dampaknya bukan hanya menebar teror akan tetapi, dapat membuat bandar narkoba mengendalikan jaringan narkoba dari luar. Sebab hanya dengan modal hand phone dan akses internet, mereka oknum warga binaan leluasa melakukan kontrol jaringan diluar dari dalam lapas.

Menurutnya, bukankah jalur keluar masuk lapas satu pintu?. Lantas butuh berapa personil mengawasi pintu lapas agar bisa mendeteksi HP?.

“Saya minta Kemenkum HAM turun tangan mengevaluasi kinerja Lapas ini. Pasalnya, jika dibiarkan akan menambah dampak buruk dan merusak citra lapas sendiri,”demikian, Amiruddin. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *