Jika Perang Rakyat Jadi Pasukan Cadangan TNI Polri

SUMBAWA BARAT—Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus saja berlatih dan meningkatkan kemampuan serta tehnik penggunaan senjata secara tepat cepat dan efisien.

p_20161210_092615
Persiapan dan pengecekan senjata menjadi prosedur tetap  prajurit TNI sebelum menembak. Ini menjadi standar utama demi keamanan.

Selain menjadi tugas dan operasional tetap di tubuh TNI, kegiatan latihan menembak dan perkenalan senjata juga disampaikan kepada masyarakat luas dari berbagai elemen. Tujuannya agar masyarakat mengetahui dan memahami bagaimana standar penggunaan senjata yang tepat.

p_20161210_092113
Inilah jenis senjata organik standar yang dipakai prajurit TNI, M-16.

Baru baru ini personel TNI dari Markas Komando Distrik (Kodim) 1607 Sumbawa menggelar latihan dan pengenalan senjata milik TNI kepada masyarakat, karyawan swasta, pegawai pemerintah, wartawan, anggota Polri serta masyarakat umum.

Bertempat dilapangan tembak labuhan Balat  Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat TNI melaksanakan kegiatan latihan menembak. TNI memperkenalkan senjata standar TNI M-16 dan SS1 senjata laras panjang kaliber 5,8 melimeter yang disempurnakan PT Pindad perusahaan produsen senjata milik negara, dari pabrikan Canada.

p_20161210_090823
Dandim 1607 Sumbawa, Letkol. ARM Sumanto menyampaikan arahannya dihadapan tamu undangan latihan menembak TNI, di Balat, Sabtu (10/12).

“Rakyat adalah komponen pasukan cadangan yang sangat besar membantu TNI Polri jika negara dalam keadaan perang,” kata Dandim 1697 Sumbawa letkol. ARM. Sumanto, dihadapan tamu undanga dalam arahannya membuka latihan menembak gabungan, di Balat, Sabtu (10/12).

Menurutnya, kegiatan yang digagas TNI ini semata mata ingin memperkenalkan dan membagi pengetahuan tentang senjata dan tehnik menembak sasaran dengan dengan baik. Ini juga bagian dari silaturohmi serta memperkuat soliditas TNI dengan masyarakat serta Polri.

Kegiatan menembak ini juga melibatkan berbagai satuan TNI Polri. Baik Brigadir Mobil (Brimob), TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Darat (AD). Ada juga organisasi menembak sipil seperti Persatuan Menembak Sasaran Seluruh Indonesia (PERBAKIN) cabang Sumbawa Barat, karyawan swasta, masyarakat, wartawan serta pejabat pemerintah dan pimpinan DPRD.
Latihan sendiri dimulai dengan menembak sasaran 100 meter dengan 6 lajur tembak. Masing masing lajur tembak didampingi petugas lajur anggota TNI. Setiap peserta yang ingin berlatih menembak diminta mengikuti standar keamanan yang benar. Diantaranya sikap sempurna berdiri, tiarap, memasang magazine, mengokang senjata, membidik lalu melepaskan tembakan. Setelah itu, usai menembak, peserta melepas senjata, melepaskan magazine serta mengokang senjata dalam keadaan kosong dengan moncong laras ke udara. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *