RAPI : Korban Banjir Bima Minta Distribusi Bantuan Cepat

Keterangan Foto :  Perwakilan relawan RAPI dan tim langsung terjun memberikan bantuan warga  selain mengirimkan bantuan ke pusat kendali bencana di Balai Kota Bima.

 

RAPI Kirim Relawan Bantu Korban Banjir

SUMBAWA—–Bantuan kemanusiaan terus saja mengalir untuk membantu saudara saudara kita korban banjir bandang di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, yang puncaknya terjadi sejak Jum’at ( 23/12) malam.

img-20161226-wa0010
Koordinator tim relawan RAPI Sumbawa menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Kepala Satuan Koordinator Pelaksana (Satkorlak) BPBD Kota Bima, di Balai Kota setempat.

Berbagai bantuan datang tidak hanya dari pemerintah TNI dan Polri namun juga dari organisasi swadaya sosial kemasyarakatan.

img-20161226-wa0013
Suasana konvoi bantuan tim relawan RAPI, IARMI, Pemuda Pancasila dan A3 Sumbawa menuju Kota Bima.

Sumber Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, menyebutkan sekitar lima kecamatam di Kota Bima terdampak banjir bandang. Terdapat lebih dari 105.000 jiwa penduduk lima kecamatan itu menerima dampak langsung bencana dasyat itu dan sementara terpaksa mengungsi.

Tim organisasi sosial yang juga ikut diterjunkan membantu korban banjir Kota Bima antara lain Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Sumbawa. Organisasi ini menerjunkan sedikitnya  20 orang relawan dan membawa bantuan logistik berupa, 15 karung pakaian bekas layak pakai, 73 dooz air mineral, telur 90 butir, 47 dooz mie instan, susu tiga dooz, delapan dooz keperluan bayi,  dua dooz obat obatan dan tiga karung beras ditambah dua dooz pembalut wanita.

img-20161226-wa0012
Bantuan logistik dan bahan makanan yang dikumpulkan tim relawan RAPI.

“Relawan RAPI bersama tiga organisasi lain seperti, Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), Pemuda Pancasila dan Anak Anak Pencinta Alam (A3) berkonvoi menuju lokasi bencana dengan empat kendaraan, tiga minibus dan satu pick up,” kata, koordinator tim relawan RAPI, Samsul Anas, kepada pers, Senin (26/12) siang, di ibu kota Sumbawa.

Anas mengatakan, laporan tim dilapangan menyebutkan bantuan disampaikan langsung ke pusat kendali bencana di Balai Kota Bima. Bantuan tadi diterima oleh, Ir. Syamsuddin perwakilan pemerintah Kota Bima, di Balai Kota, Minggu (25/12).

Tim ini juga sempat terjun kelokasi terdampak bencana bahkan langsung ikut memberikan bantuan kepada warga. Tepatnya, di Kelurahan Pena To’i. Dari pantauan relawan dilaporkan kondisi warga korban cukup memprihatinkan.

Meski bantuan terus mengalir, namun menurut Samsul, warga masih mencari bantuan sendiri sendiri. Belum terdata dan terkoordinasi oleh relawan dan jadwal pemberian bantuan memicu sebagian warga terpaksa mengambil bantuan sendiri sendiri.

img-20161226-wa0005
Kondisi rumah warga dan sisa puing akibat terjangan banjir bandang di Kota Bima.

“Jadi ketika rombangan bantuan melintas masyarakat langsung berebut menurunkan bantuan makanan dan logistik,” kata Samsul lagi.

Menurut Samsul, tidak hanya itu di kelurahan Salamah, Jalan Gajah Mada Kecamatan Kota Bima misalnya, sebagian warga tidak berani meninggalkan rumah dan memilih sibuk membersihan puing material akibat banjir dan membangun kembali rumah mereka, meski dalam keadaan lapar dan kekurangan air bersih.

“Masyarakat meminta perlu penanganan terpadu oleh relawan. Sebaran data dan kebutuhan yang di update langsung oleh relawan dilapangan, bisa langsung di siapkan tim pusat kendali sehingga distribusi makanan dan bantuan bisa langsung dan tak perlu menunggu lama,”kata, Syamsul menyarankan tim penggulangan bencana pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, tim RAPI dan relawan mitra lainnya melaporkan saat ini proses evakuasi dan rekonstruksi paska bencana masih berlangsung. Air bah di laporkan sudah surut sejak Sabtu lalu, aktivitas warga sepenuhnya masih belum normal. Pasar dan toko dan pusat pelayanan pemerintah masih tutup.

img-20161226-wa0009
Inilah kondisi jalan raya Kota Bima paska banjir bandang yang puncaknya terjadi sejak Jum’at (23/12) malam.

BPBD NTB merilies, sejak puncak banjir terjadi tim SAR masih terus melakukan evakuasi warga. Distribusi bantuan dilakukan melalui kelurahan.

” Saat ini tim gabungan dari BPBD, TNI dan Polri serta Palang Merah Indonesia (PMI) telah mebuat dapur umum di empat lokasi sekaligus,” kata, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB, Mohammd Rum, dalam siaran pers, Sabtu lalu. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *