Kapolres Minta Petunjuk Ulama Atasi Kenakalan Remaja

SUMBAWA BARAT—Kepala Kepolisian Resot (Kapolres) Sumbawa Barat, AKBP. Mustofa, S.I.K menyampaikan keprihatinan atas tingginya kasus kenakalan remaja di wilayah wewenang tugasnya dewasa ini.

Kasus kenakalan remaja menonjol kata Kapolres utamanya di dominasi oleh penggunaan narkoba. Ia menyebut polisi menangani kasus anak umur 13 tahun menggunakan narkoba, bahkan sejak usianya duduk di bangku sekolah dasar. Ada juga tindakan kriminal lainnya.

“Satu bulan saya menjabat disini, ini kasus menonjol yang kami temukan. Saya mohon bantuan dan peran ulama tokoh masyarakat, terutama masjid masjid untuk membantu syiar penanaman nilai moral pada anak anak didik kita,” kata, Mustofa di sela sela safari Genderang Syiar Kamtibmas, di Masjid Baburrahman, Desa Seteluk Atas, Minggu (29/4) malam.

Ulama setempat, KH.Zulkifli Daud tengah memberikan syiar atau ceramah agama di kegiatan Nisfu’ Sa’ban bertepatan dengan Genderang Syiar Kamtibmas Kapolres Sumbawa Barat.

Karena itulah, ia meminta petunjuk dan arahan ulama serta para   imam masjid bagaimana cara mengatasi kenakalan   remaja ini secara bersama sama.

Diseteluk, Kapolres bertemu dengan ulama setempat, KH.Zulkifli Daud, para imam masjid dan tokoh masyarakat setempat. Safari Kapolres ini bertepatan dengan malam Nisfu’ Sa’ban, malam doa menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Kapolres meminta masyarakat memantau dan memperkuat silaturahmi dengan kepolisian. Agar saling mengisi dan menasehati.

KH.Zulkifli Daud ulama Seteluk menegaskan masyarakat Seteluk senantiasa membantu tugas kepolisian. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Bukan hanya panggilan dan tanggung jawabnya sebagai warga negara tapi juga itu merupakan ajaran Islam. Menjaga kedamaian, toleransi, kesetiakawanan  sosial kata dia semuanya ajaran Islam.

“Jadi ulama, imam masjid, guru ngaji para ustad sesungguhnya tahu tugas menjaga kedamaian, menciptakan harmonisasi sosial ditengah masyarakat. Sebab, tugas itu perintah agama, yaitu Islam yang Rahmatan lillalamin,”tegasnya.

Hanya saja, ulama setempat meminta kepolisian semakin berbenah, benar benar menjadi contoh pelindung dan pengayom masyarakat. Jika di beri contoh yang baik, kata dia masyarakat pasti ikut dan taat. Masyarakat sangat menghargai, membutuhkan kepolisian karena memang patut dihargai.

“Masyarakat kami, meminta kepolisian bersama keluarga besar desa Seteluk membersihkan area pemakaman umum di desa kami. Itulah simbol yang luar biasa, sebab makam adalah tempat menumbuhkan budaya ziarah dan mendoakan. Kami harap, polisi membantu menjaga budaya itu. Makna filosofinya, makam adalah pengingat kita di akhir zaman kehidupan kita kelak,” demikian, Zulkifli Daud.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP. Mustofa, S.I.K tengah memberikan himbauan sekaligus laporan tugas kepolisian dihadapan Jamaah Masjid, Baburrahman.

Kapolres datang didampingi, Kapolsek Seteluk, Iptu.Mayvito, KBO Binmas, IPDA. Nurlana yang juga tokoh masyarakat setempat. Ada juga pengurus masjid serta puluhan remaja masjid.

Masjid besar Baburrahman berdiri sejak puluhan tahun silam. Masjid ini dibangun di atas tanah wakaf masyarakat waktu itu. Masjid ini di bangun selain tempat ibadah, juga sebagai perisai terakhir untuk menghindari perpecahan ummat. Tidak heran, masjid ini digunakan berbagai tauziah untuk pembinaan ummat.

“Kita ingin, Islam dipandang secara universal dalam kerangka berbangsa bernegara atau dalam kehidupan sosial kita. Islam menerima semua perbedaan. Tapi, memahami Islam harus dengan ilmu dan belajar. Perpecahan tidak perlu ada, tapi agama dipahami sebagai hak dasar setiap ummat untuk kembali ke ajaran Allah,” pesan, aktifis pengurus masjid, Kamaruddin, SH. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *