Disnaker Investigasi Mitra PLTU

Caption foto//Kabid Hiwas Disnakertrans Sumbawa Barat, Tohiruddin.

SUMBAWA BARAT— Otoritas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbawa Bara, baru baru ini telah melakukan investigasi terhadap, PT. PLN Tarakan, perusahaan mitra rekrutmen tenaga kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kertasari, sekitar sembilan kilometer dari Ibu kota Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (24/4).

Investigasi itu ditujukan, menyusul laporan perusahaan tersebut merekrut tenaga kerja tanpa sepengetahuan pemerintah daerah atau melalui tim rekrutmen satu pintu.

Pemerintah Sumbawa Barat sebelumnya telah memberlakukan rekrutmen satu pintu, sebagai tindak lanjut dari terbitnya peraturan Daerah (Perda) 30 tahun 2016 tentang optimalisasi serapan tenaga kerja lokal.

“Kita sudah investigasi. Laporan di medsos dan masyarakat kita tindak lanjuti. Ternyata, benar perusahaan ini menerbitkan pengumuman rekrutmen tanpa kita ketahui,” kata, Kepala Bidang (Kabid) Pengawas dan Hubungan Industrial (Hiwas) Disnaker setempat, Tohiruddin, kepada pers setempat.

Tohir langsung memimpin investigasi ke PLTU dan bertemu dengan management PT.PLNT. Ternyata menurut Tohir, PT.PLNT menunjuk mitra kerja PT. Mirambi untuk mengadakan rekrutmen khusus tenaga kerja di seputar area pembangkit, seperti desa desa sekitar atau daerah lain.

“Mereka sih beralasan untuk rekrutmen tenaga lokal di desa desa terdekat. Kita percaya dan bagus. Tapi, kami jelaskan disini ada aturan dan kebijakan pemerintah bahwa perusahaan wajib melaporkan kebutuhan atau rekrutmen tenaga kerja melalui pemerintah dan tim rekrutmen satu pintu,” ujarnya.

Tohir menegaskan, management PLNT dan mitra kerja nya diminta segera melaporkan kebutuhan tenaga kerja dan pengumuman rekrutmen secara resmi kepada pemerintah tahun daerah untuk di umumkan kepada masyarakat.

pihaknya memberi batas tenggat waktu hingga, Senin mendatang.

Rekrutmen satu pintu kata, Tohir juga bagian dari pengawasan pemerintah terhadap perusahaan agar memprioritaskan tenaga kerja lokal dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Intinya, kita tugas pengawasan, monitoring dan memastikan daya serap tenaga kerja lokal kita optimal dan sesuai kebutuhan. Dan yang terpenting, perusahaan kami pastikan harus taat aturan. Baik soal kontrak dan jaminan hak hak pekerja agar  sesuai aturan yang berlaku,”demikian,Tohiruddin.

Sebelumnya, PT.PLNT telah mengumumkan rekrutmen tenaga kerja untuk kebutuhan PLTU Tambora di Kertasari. Pengumuman itu dirilis internal tertanggal,12 April 2019. Dalam pengumuman itu, perusahaan ini membutuhkan setidaknya 57 karyawan untuk di pekerjakan diposisi site manager, ahli K3, shift Leader dan administrasi serta posisi tehnis lainnya. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *