Pejabat KSB Bungkam, Spanduk Protes Muncul

Lemah Tegakkan Aturan

SUMBAWA BARAT–Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat dinilai lemah dalam menegakkan aturan, utamanya yang menyangkut undang undang lingkungan hidup.

PT.Bumi Harapan Jaya (BHJ), perusahaan milik Pong bersaudara itu masih tetap saja beroperasi meski izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) belum di terbitkan. Media melaporkan, BHJ terlambat mengajukan perpanjangan izin sejak AMDAL perusahaan itu dinyatakan berakhir September  2018 silam.

Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)  nomor 27  tahun 2012 yang mengatur tentang izin dampak lingkungan, perusahaan wajib mengajukan perpanjangan izin selambat lambatnya enam bulan sebelum masa izin berikutnya habis.

“Kita desak Pemda untuk menghentikan aktifitas perusahaan yang berdampak terhadap lingkungan yang tidak terkendali dan dipertanggung jawabkan secara hukum,” kata, koordinator Sumbawa Barat Corruption Watch (SBCW), Habibi, di Taliwang, hari ini, Selasa (7/5).

Sejak Selasa dini hari tadi, sejumlah spanduk yang bertuliskan meminta Bupati tegas mencabut izin perusahaan karena tidak tunduk dengan aturan AMDAL. Selanjutnya, mendukung Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat mengusut kasus tenaga kerja BHJ, terutama skandal rekrutmen.

Spanduk protes di pasang di depan kantor BHJ sendiri.

Habibi menekankan, Pemda harusnya menegakkan undang undang 32 tentang lingkungan hidup berserta sanksinya, serta segera membekukan izin perusahaan untuk beroperasi.

Pemasangan spanduk ini terjadi di sejumlah titik, di Seteluk dan Poto Tano termasuk di area PT. BHJ sendiri. Menurut Barema, spanduk ini terpaksa di pasang karena melihat tidak adanya itikat baik perusahaan untuk tunduk dengan aturan serta pemerintah tidak tegas menyikapi pemaksaan operasi tanpa izin AMDAL oleh perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, SBCW mengancam akan melaporkan tindak pidana pencemaran lingkungan  PT.BHJ kepada aparat kepolisian dan kejaksaan setempat.

Khusus mengenai tenaga kerja SBCW terus mendesak Disnkaer bersikap segera. Laporannyang diterima,SBCW kata Habibi ada hak karyawan BHJ yang tidak di realisasikan perusahaan sesuai dengan kontrak.

Belum lagi, investigasi lain ditemukan ternyata porsi pekerja lokal jauh lebih sedikit. Menurutnya, jika perusahaan mau terbuka banyak perkerjaan-pekerjaan yang masih bisa di isi oleh tenaga kerja lokal yang tidak kalah SDM nya dengan tenaga kerja dari luar daerah.

“Sumbawa Barat punya Balai Latihan Kerja. Kok aneh ya perusahaan ini, masih saja melakukan perekrutan tenaga kerja tanpa menggunakan jalur satu pintu. Ada apa ini? sepertinya tenaga kerja lokal di persulit. Bahkan Dinas Tenaga Kerja Sumbawa Barat disinyalir tidak mengantongi data yang utuh tentang karyawan perusahan BHJ dan BSR. Audit dan investigasi terkait masalah tenaga kerja dan Ijin Amdal PT BHJ,” demikian, Habibi.

Sementara itu, informasi yang di himpun media menyebutkan perusahaan telah menunjuk konsultan AMDAL untuk mengurus perpanjangan izin lingkungan tersebut. Bahkan perusahaan telah mengalokasikan anggaran Rp 300 juta untuk itu.

Pasca ramainya pemberitaan soal izin AMDAL ini, pemerintah melalui Dinas  Lingkungan Hidup (DLH) di laporkan telah menggelar sidang komisi AMDAL secara tertutup. Hingga berita ini di turunkan, sejumlah pejabat teras pemerintah baik BLH dan lain lain menolak memberikan keterangan terbuka soal ini.

PT.BHJ adalah perusahaan budidaya Udang yang beroperasi di Desa Tambak Sari Kecamatan Poto Tano. Awalnya, PT BHJ mengelola sekitar 360 petak budidaya. Satu petak data media menyebutkan menghasilkan Udang jenis Vanamey hingga dua ton, dengan ukuran rata rata 25 hingga 30 mm.

Saat ini, ada yang aneh menurut investigasi media, ternyata PT.BHJ Tidak lagi mengelola tambak tersebut. Bahkan BHJ terkesan mengalihkan pekerjaan total kepada PT. Sentra Biotek secara tertutup.

Pengalihan ini diduga, berpotensi melanggar undang undang ketenaga kerjaan yang mengatur pengalihan pekerjaan perusahaan induk ke perusahaan subkontraktornya. Kini, area budidaya tambak semakin luas hingga mendekati seribu petak. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *