LH Akui Tak Maksimal Atasi Sampah

Caption foto//Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ferial, S.Km.

SUMBAWA BARAT–Kurangnya armada,Truk pengangkut sampah menjadi hambatan Dinas lingkungan Hidup, untuk mengatasi masalah sampah diwilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

Bayangkansaja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya mempunyai tiga unit truk pengangkut sampah yang bisa beroperasi. Sehingga jangkauan kerjanya hanya didalam kota Taliwang.

Untuk diluar kota Taliwang seperti Kecamatan Maluk, Sekongkang tidak bisa terjangkau. Termasuk Kecamatan yang lain di pinggir wilayah KSB.

“Kami sudah mengajukan ke Pemerintah Daerah untuk penambahan unit. Mudah mudahan tahun ini bisa terwujut,” Jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Farial, SKM kepada media di kantornya (9/5).

Kabupaten Sumbawa Barat sudah memulai program STBM dengan lima pilarnya. Tentunya butuh perjuangan yang serius untuk mendukung eksekusi program ini.

Untuk mewujutkan keberhasilan dari program Bupati KSB ini diperlukan adanya kesadaran dari semua pihak. Baik dari Pemerintah daerah ataupun masyarakatnya.

Ironisnya tatkala Bupati KSB memberikan seruan laksanakan STBM, ternyata masih ada sampah sampah yang berserakan di pinggir jalan lingkar Selatan tepatnya di samping Polsek Maluk di jalan tanjakan Maluk Sekongkang.

Sampah sampah ini sudah berbulan bulan tidak di bersihkan. Dibiarkan menjadi pemandangan yang kurang sedap bagi pengguna jalan, yang setiap hari berlalu lalang menuju Kecamatan Sekongkang. Bau busuk juga dirasakan di lokasi sampah ini.

Sampah berserakan di lintas jalan Raya Maluk Sekongkang, 100 meter dari Polsek Maluk.

Padahal Desa Sekongkang adalah Desa wisata tempat tujuan Wisatawan berlibur. Setiap hari puluhan turis turis dari beberapa negara menyaksikan pemandangan ini.

Kami sudah seringkali melakukan pembersihan diwilayah itu.kendalanya kita kesulitan dalam melakukan pengawasan, karena jauh dari pemukiman. Menurut kami perlu kerjasama semua pihak. Dan perlu keterlibatan aparatur Desa, kepolisian dan tokoh masyarakat. Jelas Sekertaris Desa Maluk Sukiman.

Lokasi itu juga masuk wilayah Desa Pasir Putih, jadi dua Desa, Maluk Dan Pasir Putih harus bersinergi untuk masalah ini, tambahnya.

Fendi Johansyah Sekertaris Desa Pasir Putih mengatakan,  akan berkoordinasi dan bersurat ke Kecamatan untuk kegiatan gotong royong, membersihkan sampah yang berserakan di jalan lingkar selatan.

Pemandangan sampah ini menjadi perhatian oleh pengguna jalan, yang setiap hari melintasi jalan tanjakan Maluk – Sekongkang. Seakan sampah sampah itu di biarkan menjadi obyek wisata kotor ysng menjijikkan.

Sampah sampah yang berserakan sudah lama tidak di bersihkan, kelihatan jorok sekali. Kita risih melihatnya. Jelas.
Windarti (35) warga Desa Kemuning yang setiap hari melewati jalanan itu untuk pergi ke pasar maluk.

“Persoalan sampah ini sebenarnya camat dan Desa mempunyai peranan penting untuk mengatasi masalah ini, karena LH akan mendukung untuk kegiatannya,” Terang, Ferial.

Menanggapi masalah ini Camat Maluk, Anugerah geram terhadap pelaku masyarakat yang masih tidak punya kesadaran untuk membuang sampah di lokasi itu. Pasalnya pihak kecamatan sudah beberapa kali bergotong royong membersihkan lokasi tersebut. Malah melibatkan lintas sektoral termasuk POLSEK Maluk dan Perusahaan AMNT.
Hasilnya hanya beberapa hari saja bersih, dan selanjutnya sampah sampah itu kembali berserakan.

Program STBM di KSB sudah menjadi prioritas seluruh lapisan masyarakat dan bukan hanya ASN dikalangan Pemerintah Daerah saja. Kewajiban membersihkan sampah menjadi tanggung jawab bersama. Adanya kendala di lapangan menjadi tantangan yang akan memberikan solusi agar KSB dapat menuntaskan program STBM dengan sukses. Jangan menunggu kesadaran masyarakat. (ZM.fj)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *