Di Arena CFD, Mahasiswa Serukan Perangi Israel

MATARAM- Puluhan Mahasiswa yang ada di Kota Mataram menyadari kondisi memprihatinkan yang dialami muslim di Palestina. Penindasan Zionis Israel tidak hanya bentuk penindasan dan pelanggaran HAM namun permusuhan terhadap Islam.

Mahasiswa dari aliansi peduli Palestina turut mengikuti aksi galang dana di Car Free Day (CFD) Udayana Kota Mataram, Minggu (1/12).

Aksi itu dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi jalan Udayana dan membawa kotak amal untuk Palestina. Sebagian dari mereka menyampaikan orasi-orasi kepada masyarakat Kota Mataram, dengan tujuan mengajak masyarakat untuk bersama-sama bersolidaritas dengan kondisi Palestina.

Direktur Rumah KAMMI Peduli (RKP) Arifudin mengatakan, aliansi ini terdiri atas puluhan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang saling berkolaborasi. Seperti, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Rumah KAMMI Peduli (RKP) Nusa Tenggara Barat, Amal Bakti Dunia Islam (ABADI), Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Nusa Tenggara, IKAPMI Dompu, GAMAIS Bima, FORMULA, ForKAS, Gerakan Cinta Bahasa Indonesia (GCBI), Jamil Cell, dll.

Indonesia dan Palestina memiliki hubungan yang erat. Palestina adalah negara yang ikut memberi pengakuan atas kemerdekaan indonesia, dan memberikan bantuan kepada indonesia baik berupa uang dan lain sebagainya.

Jadi, sudah sepatutnya kita bangsa Indonesia terutama kita masyarakat Mataram membalas kebaikan mereka. Apalagi saat ini bangsa Palestina tengah menderita akibat serangan dari para zionis israel yang tidak ada hentinya.

Mahasiswa juga menyerukan agar pemerintah RI memboikot produk Israel dan memerangi paham zionis itu.

“Penderitaan yang dialami warga palestina adalah masalah kemanusiaan. Karna itu, sudah seharusnya kita membantu mereka apalagi mereka juga pernah membantu indonesia, kita tidak bisa membantu mereka dengan cara terjun langsung melawan kekejaman para zionis israel di negara Palestina sana. Jadi, kami hanya bisa membantu dengan logistik dan doa,” akunya.

Meysa, seorang kader KAMMI mengatakan, palestina adalah saudara seiman kami, jadi sudah seharusnya kita membantu mereka. Karna sejatinya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

“Sejatinya, duka rakyat palestina adalah duka kita, dan senyum rakyat palestina adalah senyum kita,” aku, Maysa. (ZM.Nil*/Ndy)

Bagikan berita:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *