Mengapa Angka Positif Corona di NTB Melonjak Drastis ?

MATARAM—Tercatat 25 kasus positif Covid-19 dalam kurun dua hari sampai 11 April di NTB. Tambahan 15 orang dalam tenggang dua hari ini tentu bisa menggemparkan masyarakat mengingat sebelumnya, penambahan angka positif hanya berkisar satu sampai dua kasus saja. Mengapa peningkatan ini menjadi sangat drastis ? Masyarakat dihimbau untuk dapat memutus rantai penyebaran Corona.

Dalam postingan akun Instagram resmi Gubernur NTB @zulkieflimansyah satu hari silam, menerangkan bahwa di NTB saat ini sudah terdapat mesin untuk memeriksa kasus Corona secara lebih akurat. Sebelumnya untuk memastikan seorang positif atau negatif, dibutuhkan waktu sampai lebih dari satu pekan. Namun dengan hadirnya alat ini pemeriksaan menjadi jauh lebih singkat, kurang sehari hasil bisa terlihat. Alat yang dimaksud ialah Real Time-Polymerase Chain Reaction, atau rt-PCR melalui metode swab tenggorokan.

Postingan IG Gubernur NTB

Berbeda dengan cara rapid tes, yang mengambil sampel darah. Prinsip metode swab dilakukan dengan memeriksa lendir dari tenggorokan dan hidung pasien untuk kemudian dilihat hasilnya melalui mesin rt-PCR. Kurang sehari, mesin ini dapat mendeteksi Corona. Berbeda dengan metode seblumnya yang menggunakan rapid test.

Rapid tes menitik beratkan pemeriksaan pada imun tubuh pasien melalui sampel darah. Orang yang terpapar virus, akan membentuk antibodi untuk melawan. Antibodi ini coba ditemukan melalui tes ini. Anggapannya, jika terdapat penambahan antibodi, maka telah terjadi infeksi. Pembentukan antibodi sendiri dapat terdeteksi dalam satu pekan lebih. Metode ini pun sebenarnya tidak dijadikan acuan utama, melainkan hanya pemaparan data awal, sebab mendeteksi infeksi secara umum.

” Sekarang kita langsung dapat hasilnya jadi dua hari sudah diumumkan, itu sebabnya ada peningkatan signifikan dari jumlah positif,” sebut Dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, Kepala Dinkes NTB.

Tidak heran jika peningkatan di NTB begitu signifikan. Karena pasien dalam pengawasan sebelumnya, kini diuji menggunakan metode swab. Setelah secara bertahap diperiksa, total saat ini 25 orang telah positif,14 diantaranya berasal dari jantung NTB, Kota Mataram. Tidak menutup kemungkinan angka ini akan terus bertambah.

” Jika telat melapor gejala tambah berat, bila segera melapor lebih cepat diobati , peluang sembuh lebih cepat,” sambung Dr. Eka lagi mengingatkan masyarakat.

Legislatif wanita Kota Mataram, Mita Dian Listawati, Amd.keb., turut menghimbau masyarakat NTB, dan Mataram secara khusus untuk tetap berada di rumah, guna memutus pandemi yang semakin menjadi-jadi.

” Corona bisa sembuh semakin cepat, karena cepat terdeteksi. Intinya selalu stay at home, putus rantai penularn covid 19 ini dengan taat aturan pemerintah,” ujarnya kepada zonamerah.net.

Mita (kanan) saat memberikan fasilitas kesehatan di Kecamatan Sandubaya

Jika terdapat satu orang positif, maka akan dilakukan tracking. Penelusuran meliputi kegiatan, sampai orang-orang terdekat dalam beberapa pekan terakhir. Inilah mengapa masyarakat semestinya mengikuti arahan pemerintah, agar penyebaran ini tidak semakin meluas. (ZM.Win)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *