Mahasiswa KSB, Kecam Oknum Perusak Nilai Demokrasi

SUMBAWA BARAT— Mahasiswa Sumbawa Barat menyesalkan insiden yang terjadi kepada masa Unjuk Rasa (Unras) di Graha Fitrah, pada, Kamis, (14/08) lalu. Kejadian tersebut, dianggap telah mencederai nilai-nilai demokrasi yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Tak disangka, aksi Unras yang dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Sumbawa Barat Mencari Keadilan (GMSBMK) tersebut, berakhir dengan ricuh akibat dihentikan secara paksa oleh beberapa oknum, yang langsung menerobos barisan pengamanan yang dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

“Kami mengecam atas insiden yang menimpa ketua GMSBMK, yang sedang melakukan orasi, dan dihentikan paksa oleh beberapa oknum,” ungkap Yudi Prayudi, Salah satu mahasiswa asal Sumbawa Barat.

Sambung Yudi sapaan akrabnya, bahwa pembubaran demonstrasi dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum tersebut, mengancam demokrasi dan kebebasan berekspresi dalam menyampaikan pendapat. Padahal, sudah jelas pada UUD NO. 9 Tahun 1998 mengatur tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara.

“Pembubaran oleh oknum dengan tindakan refresif tanpa memiliki alasan yang kuat itu tak berdasar, kecuali ambisi merampas kebebasan berpendapat,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Yudi, oknum tersebut juga melakukan pengrusakan terhadap alat pengeras suara. Hal tidak layak Lainnya adalah, penarikan jilbab atau penutup aurat terhadap saudara muslim kita oleh oknum tersebut.

“Perilaku tersebut sangat tidak manusiawi. Maka dari itu, tambah yudi, kami berharap kepada Kepala Daerah Sumbawa Barat, untuk mebuka ruang diskusi atas tuntutan rekan-rekan dan memberikan informasi terkait insiden yang dialami dalam penyampaian pendapat yang dilakukan oleh rekan-rekan GMSBMK di depan Graha Fitrah, untuk memastikan keamanan masyarakat dan kondusifitas daerah,” tandas Yudi Prayudi.

Hal senada disampaikan juga oleh, Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa Samawa Universitas Muhammadiyah Mataram, Ade Irfan mengatakan, dirinya sanggat mendukung langkah Polres sumbawa barat, dalam menindaklanjuti kasus ini sampai tuntas.

“Terkait dengan tindakan refresif yang di lakukan oknum terhadap masa aksi tersebut, kita percayakan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian dalam menangani kasus ini,” kata Ade

Ia juga berharap, Bupati KSB selaku representasi masyarakat Sumbawa Barat, ikut mengawal kasus ini sampai tuntas, agar hal Yang demikian tidak terulang kembali ke depannya.

“Ini semua untuk keamanan masyarakat, serta menjaga kondusifitas daerah. Kemudian juga, hal serupa tidak akan terulang lagi di Tana Pariri Lema Bariri ini,” tutup Ade Irfan. (ZM.Iyan)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *