Cegah Harga Anjlok, Dinas Pertanian KSB Tekan Bulog Serap Gabah Petani

SUMBAWA BARAT, Zonamerah.net — Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sampai dengan saat ini, terus berupaya untuk menstabilkan harga gabah petani saat panen raya. Untuk mencegah anjloknya harga gabah, sejak awal musim panen, Dinas Pertanian telah berkoordinasi dengan pihak kementerian melalui Dirjen Ketahanan Pangan dan Perum Bulog wilayah Sumbawa, untuk memastikan gabah petani dapat diserap oleh Bulog sesuai dengan standar Harga Pokok Penjualan (HPP) ketika musim panen datang.

“Terkait pemasaran, itu bukan kewenangan Dinas pertanian. Namun kami tidak tinggal diam. Upaya menstabilkan harga gabah ini terus kami lakukan. Yaitu, mendesak dan mengupayakan Bulog agar segera menyerap gabah petani sesuai HPP,” kata Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi, MP, M.Si, saat dikonfirmasi awak media ini, Rabu, (13/07/21).

Suhadi menjelaskan, terkait anjloknya harga gabah, Bupati Sumbawa Barat melalui dinas Pertanian, sudah melakukan komunikasi serta membahas langsung dengan Dirjen Ketahanan Pangan melalui video conference untuk menyampaikan apa yang menjadi permasalahan petani menjelang musim panen tiba. 

“Kami saat itu telah menyampaikan terkait keluhan petani langsung ke Dirjen Ketahanan Pangan, melalui video conference beberapa waktu yang lalu. Bahkan, kami sudah menyurati yang ditandatangani oleh Bupati Sumbawa Barat,” terangnya.

Masalah saat ini, lanjut Suhadi, mitra bulog yang ada di KSB hanya dua yaitu UD. Lang Pasir Brang Rea dan UD. Fantasi Brang Ene. Selain itu, kuota pembelian yang diberikan bulog kepada mitranya sangat kecil, juga gudang penyimpanan yang kurang menjadi kendala dalam menyerap gabah petani.

“Oleh karena itu, kami mendorong bulog untuk dapat menambah mitranya. Bila perlu di setiap Desa, atau minimal di setiap Kecamatan ada. Kemudian, untuk gudang penyimpanannya gabah, kami sudah usulkan gudang-gudang lainya selain gudang penyimpanan mitra,” jelasnya.

Suhadi tidak menampik jika kedua mitra bulog yang ada di KSB saat ini kewalahan menyerap gabah petani. Hal itu disebabkan pembelian gabah sesuai HPP.

“Seperti mitra bulog, UD. Lang Pasir Brang Rea. Banyak petani menjual gabahnya kesana. Bahkan, ada petani yang belum terima uang. Dikarenakan uangnya habis,” ungkap Suhadi. 

Dengan demikian, pihaknya sudah meminta kepada Bulog atau Mitranya untuk lebih aktif dan optimal menyerap gabah petani. Jangan kalah cepat dengan oknum pembeli yang tidak bertanggung jawab.

“Kami berharap agar Bulog mengangkat Mitra yang lebih banyak dan tersebar pada semua Kecamatan. Lebih-lebih lagi kalau bisa pada setiap Desa,” tandas Suhadi, MP, M.Si. (ADV.ZM.Yan)

 

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *