24 Warga Bersikeras Tolak Jual Tanahnya Untuk Bandara Kiantar

“Tim Fasilitasi Diminta Tidak Lagi Datang Membujuk Warga”

SUMBAWA BARAT, Zonamerah.net — Puluhan warga pemilik lahan yang masuk dalam rencana pembangunan Bandar Udara di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dengan tegas dan keras tetap menolak menjual tanahnya untuk kepentingan Bandara tersebut.

Salah seorang pemilik lahan, Abdul Wahab mengatakan, bahwa 24 warga termasuk dirinya, dari awal wacana pembangunan Bandara tersebut, telah sepakat menolak untuk menjual lahannya kepada siapapun sampai dengan saat ini. 

“Apapun alasannya, 24 orang di sini tetap tidak mau menjual tanahnya. Terserah kalau yang lain,” tegas Wahab, saat dikonfirmasi media ini, Jum’at, (4/6/2021).

Menurut Wahab, rencana pembangunan Bandara tersebut telah mengganggu ketenangan warga, dimana tanah yang menjadi satu-satunya mata pencaharian warga Kiantar untuk menghidupi keluarganya, terus menerus diminta untuk dijual untuk kepentingan Bandara. 

“Kami sudah nyaman tinggal di sini, kenapa harus kami jual. Pokoknya kami tidak mau bernegosiasi dengan siapapun dan apapun alasannya,” katanya.

Kendati harga pasaran tanah di sekitar wilayahnya 400 hingga 500 juta lebih per hektar, Wahab akrab pria itu disapa, menegaskan penolakan warga yang memiliki lahan tersebut sudah bulat.

“Intinya, kami tidak mau menjual lahan warisan leluhur kami. Jadi sikap kami sudah jelas,” pungkas Abdul Wahab. 

Terpisah, Ketua Tim Fasilitasi Pembebasan Lahan Amar Nurmansyah, saat dikonfirmasi media ini, Jum’at, (4/6), melalui Via WhatsApp menjelaskan, bahwa saat ini tim sedang melakukan upaya persuasif dengan sebagian warga yang menolak lahannya di jual.

“Saat ini, kami mengedepankan langkah persuasif dengan pemilik lahan yang belum setuju menjual lahannya. Bersama tim fasilitasi dari Pemkab sudah saya minta turun langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat yang belum setuju,” ujar Amar yang juga PJ Sekda KSB. 

Disisi lain sambungnya, sebagian pemilik lahan yang telah setuju lahannya untuk dijual, saat ini sedang berproses dan terus dijalankan sesuai dengan prosedur.

Selain itu, terkait data 24 warga yang menolak dirinya bersama tim fasilitasi akan melakukan kroscek ke lapangan untuk memastikannya.

“Data 24 warga yang menolak akan kami kroscek nanti di lapangan. Dan baru Kemaren sore kami melakukan evaluasi. Insya Allah tim fasilitasi mulai jalan menuntaskan persoalan yang terjadi di lapangan,” tandas Amar Nurmansyah. (ZM.Yan) 

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *