ASDP Umumkan Melambatnya Layanan Operasional Poto Tano

SUMBAWA BARAT—-Otoritas pengelola pelabuhan PT.Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP)  Poto Tano, melaporkan pengurangan jam operasional kapal Ferry penumpang dari 12 unit setiap hari normal, kini tinggal delapan delapan unit saja.

Manager operasional PT. ASDP pelabuhan Poto Tano, Zaenal Abidin, mengatakan, pengurangan jumlah unit operasional kapal Ferry terpaksa dilakukan menyusul perbaikan rampung dermaga I sebelah timur area pelabuhan. Perbaikan rampung juga diikuti oleh dermaga dua pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.

“Pada Kamis, 24 Mei 2018 tepat pukul 00.00 Wita kita akan lakukan pembongkaran rampung dermaga tadi. Pembongkaran dilakukan guna untuk perbaikan menyusul kondisi dermaga yang sudah tidak layak,” kata, Abidin dalam siaran pers, yang diterima wartawan, Minggu (20/5) waktu setempat.

Abidin menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan pelabuhan selama ada proses perbaikan ini. Pihaknya, kata Abidin, menargetkan perbaikan akan tuntas selama 15 hari sejak pembongkaran dilakukan 24 Mei mendatang.

“Kami berharap dengan pembatasan operasional kapal ini bisa dimaklumi,”demikian, Abidin.

Otoritas pengelola pelabuhan Poto Tano melaporkan kondisi dermaga satu kerap mengalami gangguan. ASDP melaporkan penutupan dermaga  karena pergantian Mavobail Bright ( MB) direncanakan selama 15 hari dari tanggak 24 Mei 2018.

Ramp Check dilakukan guna memastikan kondisi dermaga masih bisa digunakan. Namun, karena alasan tehnis dan keselamatan, ASDP Poto Tano akhirnya memutuskan perlunya perbaikan rampung.

Sesuai standar Operasi Prosedur (SOP), ASDP memberlakukan lama bongkar muat kapal penumpang Ferry  (Seilling time) 45 menit. Akan tetapi, menurut Abidin, SOP itu diberlakukan tergantung kondisi lapangan jika terjadi stagnan dilapangkan, tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan non jadwal. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *