KSB Terjunkan Timsus Tertibkan Gepeng dan Orang Gila

Foto Ilustrasi

Penanganannya nanti terpadu. Disos akan mendata dan menangani masalah sosial bekerjasama dengan Panti dibawah binaan Pemerintah Provinsi. Sementara, dinas kesehatan bisa menangani dari sisi pemeriksaan medis. Pokoknya kita tertibkan dulu,”

Sekretaris Dinas Sosial Sumbawa Barat, Manurung.


TALIWANG–Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat akhirnya merespon laporan media dan DPRD untuk segera menertibkan pengemis dan orang dengan gangguan kejiwaan.

Pemerintah setempat membentuk Tim Khusus (Timsus) yang terdiri dari Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)  dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Penertiban ini diperlukan guna meminimalisir keresahan masyarakat serta menangani masalah sosial yang juga dikhawatirkan ikut meresahkan masyarakat.

“Kami sudah turun survey ke Pasar Taliwang dan Terminal Taliwang. Survey juga kita lakukan ditempat lain dengan menyebar petugas dinas,” Kata Sekretaris Dinsos Sumbawa Barat, Manurung, kepada wartawan, di ibu kota Sumbawa Barat, Rabu (22/3).

Manurung mengakui dari data yang ada, baik warga, pedagang dan para sopir mengakui bahwa aktifitas gepeng atau pengemis mengganggu. Mereka Gepeng biasanya beroperasi pada pagi hari. Sementara orang gangguan jiwa masih ditemukan di jalan raya dan tempat umum.

Berdasarkan survey itu, kata Manurung, pihaknya telah berkoordinasi dengan Sat Pol PP dan Dikes untuk turun melakukan operasi bersama diseluruh kecamatan guna menertibkan para Tuna Wisma orang dengan gangguan kejiwaan.

“Penanganannya nanti terpadu. Disos akan mendata dan menangani masalah sosial bekerjasama dengan Panti dibawah binaan Pemerintah Provinsi. Sementara, dinas kesehatan bisa menangani dari sisi pemeriksaan medis. Pokoknya kita tertibkan dulu,” ujarnya lugas.

Manurung mengaku berterimakasih atas masukan media dan masyarakat terkait masalah ini. Ia menegaskan Dinas sosial memiliki kewenangan mendata dan menangani anak terlantar dan para tuna wisma serta orang dengan masalah sosial lainnya. Operasi tadi juga menyasar para peminta sumbangan tanpa izin atau ilegal.

IMG-20170322-WA0062
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat, Tuwu.

Sementara itu, Dikes Sumbawa Barat melaporkan terdapat 13 orang penderita gangguan jiwa berat yang memiliki riwayat pasung. Akan tetapi pemerintah telah mengintervensi dan menangani melalui pendampingan medis hingga berobat lanjut berkerjasama dengan Rumah Sakit Mutiara Sukma Mataram. Rumah sakit ini khusus memiliki akreditasi untuk menangani penderita gangguan jiwa.

“Yang jelas KSB sudah bebas pasung saat ini. Nah, para penderita gangguan jiwa sejatinya sudah dipantau Dikes. Namun semuanya tidak bisa di cover jika tidak ada laporan. Kami setuju ada tim terpadu agar penanganan lebih konfrehensif,” aku, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Tuwuh, di kantornya.

Tuwu menegaskan, Dikes diberi anggaran oleh pemerintah untuk menangani orang dengan gangguan kejiwaan. Maka itu, ia mengatakan pihaknya perlu partisipasi masyarakat. Ia bahkan menyampaikan agar memudahkan pengaduan masyarakat bisa melaporkan kejadian atau penderita penyakit jiwa yang tidak tertangani ke Call Centre Dinas melalui nomor 082146666911.

” Jika menemukan orang dengan gangguan kejiwaan atau warga yang menderita penyakit aneh butuh ditangani secara darurat, masyarakat bisa menghubungi kami,” demikian, Tuwu.

Berdasar catatan media, operasi penertiban ini penting dilakukan, agar provokasi atau keresahan masyarakat terhadap informasi hoax atau bohong terhadap kasus penculikan anak tidak menyasar orang dengan gangguan kejiwaan. Ini juga bagian dari upaya mempersempit provokasi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *