Makna Jihad dalam Keseharian

“Menuntut Ilmu adalah Jihad”

Zonamerah.net, SUMBAWA— Kalimat ini disampaikan oleh Muslihul Ashri, S. Ag., dalam agenda Silaturrahmi Pimpinan Pondok Pesanteren, Pengurus TPQ ( Taman Pendidikan al-Qur’an), tokoh agama dan tokoh masyarakat di halaman Pondok Pesanteren Rahmatan Lil’alamin NW Desa Gontar Baru Kec. Alas Barat Kab. Sumbawa dirangkai dengan Pengajian Umum bertemakan “Mewaspadai Paham Radikal dan Terorisme”. Sabtu 29 Mei 2021 pukul 16.00.

Menurut ustadz Muslihul, memperbanyak mengetahui ilmu agama membuat orang lebih kritis melihat sesuatu. Memahami ilmu agama berarti memperbanyak membaca risalah ulama terdahulu dalam menyikapi masalah. Sehingga jika mengetahui hal ini, tidak mudah bagi seorang muslim berfikir intoleran.

“Mari kita banya belajar, banyak membaca sehingga tidak mudah kita menilai orang bid’ah, kafir, dan lainnya,” imbuhnya dalam pengajian umum

Dirinya menegaskan bahwa Islam ialah rahmatan lil ‘alamin yang artinya menebar kasih bagi seluruh mahluk. Sebab itu, sangat disayangkan jika atas nama Islam ada orang-orang menebar ketakutan dan menyebabkan stabilitas sebuah wilayah terganggu. Seorang muslim yang berilmu tidak akan mudah melakukan hal demikian.

Disampaikannya lagi, tindakan terorisme yang bersumber dari ekstrimisme dapat menyebabkan kerugian baik moral maupun materi. Oleh karena itu, dirinya tegas mengingatkan untuk terus menimba ilmu agar tidak tersesat dalam mengartikan kata ‘jihad‘ .

Melalui sambutan di awal acara, Pimpinan Ponpes Rahmatan Lil’alamin NW Alas Barat Arifin, S. Pd. i., Berharap agenda ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terutama agar terhindar dari pemikiran ekstrimis dan intoleran.

Turut hadir dalam hal ini Pimpinan Ponpes Rahmatan Lil’alamin NW Alas Barat, Arifin, S. Pd. I., Pimpinan Ponpes Nurul Yasin Buer Muslihul Ashri, S. Ag., Pimpinan Ponpes NW Alas Miskan, QH, S. Ag., Bhabinkamtibmas Desa Gontar, pengurus, santri serta wali santri Ponpes Rahmatan Lil’alamin NW Alas Barat.

Menambah suasana pondok pesantren, giat ini diselingi oleh tabuhan marawis dan akhirnya ditutup doa oleh Miskan. (ZM. Yan)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *