Ketua FORMAT KSB, Tuding Proyek Bandara Kiantar Terkesan Dipaksakan

SUMBAWA BARAT– Ketua Forum Masyarakat (FORMAT) Untuk Transparansi Sumbawa Barat, Joni Saputra menilai narasi Bupati, DR. Ir. H. W. Musyafirin, MM yang terkesan memaksakan pembangunan Bandara di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, bagai mimpi disiang bolong.

Kontradiktif diksi dan narasi Bupati jelas terlihat ketika dulu, ia (Bupati,red) menyebut di media bahwa pembangunan Bandara Sekongkang didukung penuh Menteri Pariwisata (Mempar) karena untuk pengembangan destinasi wisata.

Menurut Joni kini narasi yang sama juga diungkapkan ketika memaksakan kehendak membangun Bandara di Kiantar. Joni menilai sikap Bupati aneh, ia sebenarnya membela kepentingan rakyat atau pengusaha.

               Ketua FORMAT KSB, Joni Saputra

“Pak Bupati ini bekerja untuk siapa sih?. Yang benar yang mana. Bandara Sekongkang atau kiantar?.  Kok nekat didepan memimpin pembebasan lahan membawa kepentingan pariwisata. Terus bandara Sekongkang yang dibeli dari uang APBD dan menghabiskan CSR hibah dari Newmont untuk apa?,” tanya nya, kepada wartawan, Kamis (20/5).

Secara teknis, kata Joni, izin pembangunan Bandara itu otoritas siapa?. Perencanaannya disetujui siapa? Bukan otoritas Bupati. Yang berwenang itu Gubernur atau Kementerian Perhubungan. Izin operasional Bandara Sekongkang saja belum ada sampai saat ini karena belum persetujuan Menteri. 

“Kok Bupati nekat. Kalau alasannya dibiayai swasta, ya swasta didepan donk. Kok AMNT gak kelihatan. Ini bandara khusus atau umum?,” terangnya lagi.

Joni menegaskan, justru dengan pembangunan Bandara di Kiantar berpotensi menghancurkan destinasi unggulan Sumbawa Barat. Yakni, paralayang di Mantar. Sebab, tidak boleh ada obstacle atau penghalang bagi penerbangan selain pesawat. Ini juga harus dipikirkan.

“Jadi bupati ini seperti mimpi disiang bolong saja. Kita kan jadi bertanya. Ini proyek pembebasan lahan atau apa?,” tandas Joni Saputra. (ZM.Yan) 

 

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *