Soal Pemberhentian 4 Kadus, Kades Berora Pastikan Tempuh Upaya Banding

MATARAM, Zonamerah.net — Pasca putusan PTUN Mataram yang mengabulkan gugatan 4 perangkat Desa Berora, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, yaitu Kadus Berora, Kadus Sekayu, Kadus Ramolong dan Kadus Serange tanggal 13 April 2021 lalu, dipastikan Kades Berora melalui kuasa hukumnya akan melakukan upaya Banding.

Disampaikan oleh Kuasa Hukum Kades Berora, Muhdar, SH, saat dikonfirmasi media ini, Rabu, (14/04), mengatakan, tentu dirinya menghargai putusan PTUN Mataram lalu. Namun apabila bila dikatakan ini telah selesai, tentu salah kaprah, karena masih ada upaya yang bisa dilakukan baik banding maupun kasasi nantinya apabila ada pihak yang kurang puas. 

“Terkait peluang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya, tentunya kami sangat optimis,” ungkapnya. 

Muhdar juga menjelaskan, sampai dengan saat ini dirinya berkeyakinan bahwa diberhentikannya keempat Kadus sebagai perangkat desa sudah sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, dimana pemberhentian dapat dilakukan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa pasal 53 ayat (2) huruf c dan d dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 Tentang  Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa  pasal 5 ayat 3 huruf d dan e, Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Perangkat Desa pasal 13 ayat 3.

“Ini semua kami lakukan demi menjunjung tinggi keadilan dan dapat menjadi pembelajaran buat Kades-kades lainnya, bahwa mempertahankan kebenaran adalah suatu keharusan. Sehingga kedepan, jangan ada lagi perangkat desa yang berbuat semau-maunya dan terang-terangan mendukung salah satu paslon Kades saat Pilkades. Namun, ketika calonnya kalah justru tidak siap untuk diberhentikan,” bebernya.

Terlebih persoalan Desa Berora, kliennya dalam mengeluarkan Keputusan  Pemberhentian terhadap 4 Kadus tersebut, terlebih dahulu telah diberikan teguran secara lisan maupun sanksi administrasi berupa Surat Peringatan sebanyak 2 (dua) kali dan telah mengajukan permohonan rekomendasi kepada Camat. Dan dari awal semua arahan bersumber dari Camat Lopok, hingga Kades memproses pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa baru. 

“Persoalan keterangan Camat dalam persidangan yang menjadi saksi para 4 Kadus yang diberhentikan, yang pada intinya mengakui tidak mengeluarkan rekomendasi  terhadap permohonan terakhir (ketiga)  pemberhentian, namun telah mengeluarkan rekomendasi penolakan pengangkatan terhadap perangkat desa baru nanti kebenaran akan uji kembali dalam upaya banding, karena rekomendasi penolakan yang dikeluarkan camat tidak pernah kami terima,” pungkasnya. 

Ketika Kades ditanya, apakah ada keberpihakan Camat kepada 4 perangkat desa tersebut, Muhdar enggan menjawab.

“Biar publik dan masyarakat Berora yang menilai. Saat ini selain mempersiapkan upaya banding, kami sedang menyiapkan upaya hukum terkait gaji perangkat desa baru yang sudah masuk 7 bulan belum digaji, dimana Camat berdalih tidak menyetujui karena masih berproses hukum. Diluar itu kami juga akan segera menempuh upaya hukum terkait sebagian perangkat desa yang diberhentikan terkait Validasi Ijazah Paket C dimana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengeluarkan surat Nomor 045/3641/PSMA/Dikbud tanggal 20 Juli 2020 Perihal Keabsahan Blangko Ijazah Paket C tahun 2010/2011 yang menyampaikan Bahwa lembaga/PKBM Harmonis Doridungga Kecamatan Donggo Kabupaten Bima penerbitan Ijazah Paket C atas Nama 2 perangkat desa tersebut tidak terdata pada database Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2010/2011 dan Format Ijazah pada PKBM Harmonis Doridungga Kecamatan Donggo Kabupaten Bima berbeda dengan Format Ijazah yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional tahun  pelajaran 2010/2011. Prinsipnya mari kita sama-sama menjaga kondusifitas selama upaya hukum belum inkrah,” tandas Muhdar, SH. 

Sementara itu, Camat Lopok, Abu Bakar, S, Sos,.Msi saat dikonfirmasi awak media melalui telepon seluler, Rabu, (14/04), belum dapat memberikan keterangan apapun sampai berita ini diturunkan. (ZM.Yan) 

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *