Tidak Beroperasi, Bandara Sekongkang Berpotensi Rugikan Negara

SUMBAWA BARAT, Zonamerah.net — Pengamat Hukum dan Advokat Muda Sumbawa Barat, Mulyawan, SH menyebut pembangunan Bandara Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), justru memicu potensi kerugian negara hingga Rp 8 Miliar.

Kerugian tersebut akumulasi dari besarnya dana perencanaan dan pengembangan Bandara tersebut. Itu diluar dana negara yang keluar untuk membeli atau men take over Bandara tersebut dari swasta.

“Dengan tidak berfungsinya Bandara Sekongkang, sama saja Pemerintah Daerah membuang uang negara secara percuma tanpa asas manfaat yang jelas,” kata Mulyawan, yang juga Advokat muda, Yang berkantor di Mataram, Kamis, (27/5).

Dilanjutkan Mulyawan, pertanyaanya kemudian kenapa mengeluarkan anggaran APBD sejak 2014 s/d 2017 hingga 8,5 M untuk Bandara Sekongkang, karena faktanya anggaran yang dikeluarkan adalah setelah Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) KSB diterbitkan, yaitu dengan rincian; Perencanaan Peningkatan Bandara Sekongkang, APBD 2014 yang dimenangkan oleh CV. Geo Techno Design Rp. 120.000.000, Pengawasan Peningkatan Bandara Sekongkang APBD 2014 dimenangkan  CV. Bina Inti Rancang Konsultan Rp. 100.434.000, Peningkatan Bandara Sekongkang APBD 2014 dimenangkan  PT. Istana Persahabatan Timur Rp. 7.012.130.000, Belanja Jasa Konsultansi “Studi Kelayakan Bandara Sekongkang”  APBD 2017 dimenangkan PT. Tambora Setia Jaya Rp. 149.215.000 dan terakhir Rencana Induk Bandara (RIB) melalui APBDP 2017  yang dimenangkan PT Amethys Utama  Rp. 1.135.000.000. 

Pengamat Hukum, Mulyawan, SH

“Menurut saya ada baiknya Pemda KSB mengedepankan penawaran kepada investor untuk memaksimalkan Bandara sekongkang dengan memperhatikan payung hukum yang ada, yaitu Rencana Induk Bandara (RIB) yang telah menelan biaya sebesar Rp. 1.135.000.000 sebagaimana dilakukan PT Amethys Utama,” paparnya. 

Selain itu, Mulyawan menjelaskan, dimana saat itu Malik dalam pemaparannya yang dimuat di beberapa media pun mengungkapkan ada tiga alternatif pengembangan Bandara Sekongkang. Alternatif pertama mengoptimalisasikan Bandara yang saat ini ada dengan memenuhi fasilitas penunjang sesuai aturan kebandaraan, alternatif kedua adalah memperpanjang runway dengan dua pilihan mekanisme, memangkas bukit yang ada di timur ujung Bandara atau menguruk laut di sebelah barat Bandara, dan alternatif ketiga adalah mengubah arah runway (saat ini Barat-Timur) menjadi melintang selatan-utara. Arah selatan-utara ini dipilih karena angin mendominasi arah ini dan mendukung sistem penerbangan.

“Jangan sampai biaya-biaya yang dikeluarkan melalui APBD berpotensi menjadi kerugian negara karena asas manfaat yang tidak tercapai. Karena tentunya anggaran ini tidak sedikit jika diakumulasi semenjak awal pembelian Bandara dari pihak swasta, peningkatan fasilitas baik perencanaan, pengawasan dan fisik serta terlebih kalau ada biaya pemeliharaan rutin,” pungkas Mulyawan, SH.

Untuk diketahui, sebelumnya Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM dalam konferensi pers belum lama ini pernah mengatakan, bahwa Bandara Sekongkang sudah disewakan kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT) sampai dengan saat ini. (ZM.Yan) 

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *