Warga Kiantar Menolak Pembebasan Lahan Untuk Pembangunan Bandara di KSB

“Pemda Diminta Bijak, Karena Akan Membunuh Dua Sektor Utama Penghasilan Warga Setempat”

SUMBAWA BARAT, Zonamerah.net — Pembebasan lahan pembangunan Bandar Udara di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mendapat penolakan keras dari warga Kiantar pemilik lahan setempat. 

“Kami menolak keras menjual tanah untuk pembangunan Bandara di Desa Kiantar. Karena tanah tersebut adalah satu-satunya tempat mata pencaharian kami,” ungkap M. Yasin warga Desa Kiantar, saat ditemui awak media ini dilahan Jagung miliknya, Rabu, (29/04).

Photo Warga Kiantar Pemilik Lahan, Seusai Panen Jagung. 

Yasin yang ditemani pemilik lahan lainya menegaskan, pembangunan Bandara tersebut bukan membawa kesejahteraan bagi warga Kiantar, justru membunuh dua sektor utama penghasilan warga yaitu pertanian jagung, peternakan sapi dan kambing, karena penghasilan jagung, sapi dan kambing di wilayah Kiantar adalah sektor penyumbang terbesar di Sumbawa Barat.

“Pemerintah Daerah harus berpikir bijak, karena pembangunan bandara tersebut bukan membawa kesejahteraan bagi kami, justru membunuh sumber penghasilan kami,” tegasnya. 

Senada dengan itu, Haji Samsudin yang juga pemilik lahan warga Kiantar juga mengecam Tim Fasilitasi Pembebasan Lahan dan Camat Poto Tano, yang terus menekan ia dan warga lainnya untuk segera menjual tanahnya. Disamping itu pula, Tim Pembebasan Lahan melakukan pemasangan tanda bantas/patok dilahan warga tanpa sepegetahuan dan kesepakatan pemilik lahan.

“Sejak awal kami sudah menyampaikan kepada Tim Fasilitasi baik Kades, Camat Poto Tano untuk tidak menjual lahan kami. Untuk itu, kami tegaskan kepada Tim Pembebasan Lahan dan konsultan lainya tidak usah turun lagi ke lahan kami, apabila kami dipaksa terus, kami akan melawan,” geramnya.

Haji Samsudin juga menjelaskan, saat Bupati melakukan sosialisasi di Kantor Desa Kiantar, itu hanya dihadiri oleh warga yang lahannya tidak masuk dalam rencana pembebasan pembangunan Bandara tersebut. 

“Kami dengan tegas menyampaikan kepada Tim Pembebasan Lahan, agar jangan lagi memaksa kami untuk menjual tanah kami, karena sampai kapanpun kami tidak akan menjual tanah dari warisan nenek moyang kami untuk pembangunan Bandara di Desa Kiantar,” tandas Haji Samsudin. 

Sebelum berita ini diturunkan, wartawan Zonamerah.net sudah meminta keterangan kepada ketua Tim Fasilitasi Pembebasan Lahan Bandara, Amar Nurmasyah, ST, M.Si dan anggotanya, Camat Poto Tano dan Kades Kiantar, tapi tidak ada keterangan apapun sampai dengan saat ini. (ZM.Yan) 

 

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *